militan-di-aleppo-suriahMoskow, LiputanIslam.com – Tentara Rusia menyatakan bahwa jeda kemanusiaan yang diterapkan oleh pasukan Suriah dan Rusia sejak Kamis lalu (20/10/2016) di Aleppo diperpanjang lagi selama 24 jam dan akan berakhir pada Sabtu, demi memberi kesempatan bagi warga sipil maupun kawanan bersenjata untuk meninggalkan Aleppo timur yang sudah terkepung.

“Atas permintaan utusan PBB dan lembaga-lembaga internasional lain, Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan perpanjangan jeda kemanusiaan di kawasan Aleppo selama 24 jam dari pukul 08.000 hingga 19.00 waktu setempat atau dari pukul 05.00 -16.00 GMT, 22 Oktober,” ungkap petinggi militer Rusia Sergey Letjen Rudskoi, Jumat (21/10/2016).

Namun demikian,beberapa koridor yang disediakan untuk keluarnya penduduk dan kawanan bersenjata dilaporkan nyaris kosong sejak Kamis pagi lalu.

Rudskoi menambahkan bahwa “Koridor kemanusiaan yang ditujukan untuk keluarnya warga sipil masih tetap menjadi sasaran tembakan para teroris” dan kawanan bersenjata “memanfaatkan gencatan” sebagai kesempatan untuk menyiapkan serangan masif.
Menurutnya, sebanyak delapan kombatan Ahrar Sham, salah satu kelompok utama pemberontak Suriah, telah keluar melalui koridor yang tersedia sehingga diberi makan dan diobati oleh tentara Rusia. Selain itu, tujuh warga sipil “juga telah berhasil meninggalkan” Aleppo.

Dia juga mengatakan bahwa sebanyak setengah juta selebaran sudah disebar melalui angkasa Aleppo agar orang-orang di sana segera keluar dari Aleppo. Namun Amerika Serikat Jumat kemarin menyatakan tak ada satupun korban luka terevakuasi dari bagian timur Aleppo yang dikuasai oleh kawanan bersenjata.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyatakan bahwa otoritas Suriah menyetujui perpanjangan tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyatakan Moskow telah berjanji memperpanjang gencatan senjata hingga Sabtu.

Rusia menjadi sasaran kecaman Barat karena melancarkan serangan udara di Aleppo. Rusia kemudian berdialog mengenai Suriah dengan pemimpin Prancis dan Jerman, dan setelah itu Kamis lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia akan memperpanjang gencatan senjata di Aleppo “selama mungkin”.

PBB berharap bisa melakukan evakuasi medis pertama dari Aleppo pada Jumat dengan izin dari semua pihak yang berperang dan setelah Rusia berjanji memperpanjang gencatan senjata sampai Sabtu.

Di bagian lain, PBB memastikan sedang membentuk tim penyelidik “internal dan independen” untuk kasus serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan di Suriah utara pada 19 September lalu yang telah menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas. (mm/raialyoum/afp)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL