Moskow, LiputanIslam.com –  Membela Suriah sebagai sekutu Rusia tampaknya sudah menjadi harga mati bagi Moskow, setidaknya di Dewan Keamanan PBB.  Menlu Negeri Beruang Merah ini, Sergey Lavrov, Kamis (13/4/2017), menegaskan negaranya tidak akan mendukung upaya apapun untuk meloloskan draf resolusi Dewan Keamanan PBB anti pemerintah Suriah tanpa alasan yang masuk akal, atau tanpa penyelidikan berkenaan dengan dugaan serangan bom kimia di kota Khan Seikhoun, Suriah, pekan lalu.

“Kami tidak bisa dan tidak akan dapat mendukung upaya-upaya untuk melicinkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam pemerintah Suriah tanpa penyelidikan,” tegas Lavrov.

Selasa malam lalu Rusia memveto draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak pemerintah Suriah agar bersikap kooperatif untuk penyelidikan mengenai dugaan serangan bom kimia tersebut.

Sementara itu, Kremlin menyatakan bahwa pertemuan Presiden Suriah Vladimir Putin dengan Menlu AS Rex Tillerson sama sekali tidak menghasilkan perubahan positif dalam hubungan Rusia dengan AS.

Jubir Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, “Hari ini (Kamis) Presiden Rusia telah menyampaikan pendapatnya mengenai sebab-sebab kebuntuan dewasa ini dalam hubungan bilateral.”

Sehari sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan hubungan negaranya dengan Rusia “bisa jadi berada di level yang mutlak terendah.” Nada pernyataan Tillerson juga sama dengan statamen Trump sehari setelah perundingan Tillerson dengan para petinggi Rusia di Moskow.

Ditanya apakah terjadi perubahan positif dalam perundingan tersebut, Peskov menyatakan pembicaraan mengenai hal ini “masih terlalu dini.”

Dia juga mengatakan bahwa dalam perundingan itu tidak ada pembicaraan mengenai kemungkinan digelarnya pertemuan antara Putin dan Trump.

Tillerson tiba di Moskow Selasa lalu di tengah situasi tegang antara Washinton dan Moskow pasca serangan rudal AS terhadap pangkalan udara Suriah 7 April lalu. Serangan ini dilakukan AS dengan dalih menghukum pemerintah Suriah yang dituding Washington sebagai pelaku dugaan serangan bom kimia di Idlib yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya. (mm/tass/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL