Damaskus, LiputanIslam.com –  Utusan Khusus Rusia untuk Suriah , Selasa (19/6/2018), menyatakan pihaknya memiliki beberapa alasan untuk berharap oposisi moderat Suriah bekerjasama dengan pemerintah Damaskus dalam perang melawan teroris di Suriah selatan.

Dia mengatakan bahwa sejumlah besar kelompok teroris, termasuk ISIS dan Jabhat al-Nusra, masih bercokol di dua zona de-eskalasi di selatan Suriah dan Idlib, dan di Idlib terdapat kelompok-kelompok teroris asal Rusia yang terus diperangi dan Moskow bertekad mencegah kepulangan mereka ke Rusia.

Dalam penutupan perundingan segi tiga Rusia, Iran dan Turki dengan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, Lavrentiev menyatakan tidak tertutup kemungkinan penyebaran polisi militer Rusia di kawasan de-eskalasi di Suriah selatan “jika diperlukan”. Namun, lanjutnya, polisi militer itu hanya ditugaskan untuk memberikan bantuan saja.

Mengenai pembentukan dewan konstitusi mendatang Suriah dia mengatakan bahwa Rusia menilai semua oposisi Suriah harus andil sebesar mungkin dalam dewan ini. Menurutnya, Rusia tahu persis betapa sulitnya mempertemukan kepentingan semua kelompok, namun Moskow pantang jenuh mengupayakannya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*