Berlin, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan pemerintah Suriah tidak siap melancarkan serangan berskala luas di provinsi Idlib yang dikuasai oleh kelompok-kelompok pemberontak dan teroris.

Sejak beberapa pekan lalu pemerintah Suriah telah mengerahkan pasukannya di sekitar Idlib sehingga banyak orang menduga kuat bahwa Pasukan Arab Suriah (SAA) agar segera melancarkan serangan udara dan darat secara besar-besaran untuk merebut kembali provinsi yang menjadi markas terakhir kelompok-kelompok bersenjata tersebut.

“Apa yang digambarkan dewasa ini sebagai awal serangan pasukan Suriah dengan dukungan Rusia tidaklah merefeleksikan realitas,” katanya di Berlin, Jerman, Jumat (14/9/2018).

Dia menambahkan, “Pasukan Suriah dan kami sendiri tidak melakukan apapun kecuali membalas serangan dari kawasan Idlib.”

Dia kemudian menjelaskan bahwa negaranya mempedulikan keadaan warga sipil.

“Kami akan mementingkan masalah ini, akan mendirikan jalur-jalur kemanusiaan, dan kawasan gencatan senjata. Kami akan mengerahkan segenap kemampuan kami untuk menjamin tidak sengsaranya warga sipil,” janjinya.

Provinsi Idlib dihuni oleh sekira tiga juta warga sipil yang separuhnya adalah orang-orang yang mengungsi dari berbagai kawasan lain akibat perang yang berlangsung sejak tahun 2011 sampai sekarang di Suriah.

Menurut PBB, sebagian besar mereka mendapatkan bantuan kemanusiaan, dan selama kurang dari dua pekan ini terjadi gelombang baru pengungsi sebanyak  38500 orang. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*