Moskow, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Rabu (26/4/2017), menegaskan bahwa negaranya tidak memandang kelompok pejuang Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris, melainkan organisasi yang justru membantu perang melawan terorisme di Suriah.

Lavrov menyatakan bahwa Hizbullah dan Iran datang ke Suriah bukan dengan semena-mena melainkan atas dasar undangan dari pemerintah Suriah sendiri.

“Kami tidak memandang Hizbullah sebagai organisasi teroris. Sebagaimana  pasukan lain dan tentara Rusia yang ada di Suriah, Hizbullah ada di Suriah karena undangan para pejabat Suriah,” katanya.

Dia menambahkan, “Kami mengerti sikap Arab Saudi dan perbedaan metode yang ada, tapi untuk mengatasi krisis Suriah semua pihak tanpa terkecuali, termasuk pasukan dan faksi-faksi yang berpengaruh pada negara ini, harus berpartisipasi dan bekerjasama.”

Sabtu 22 April lalu Lavrov juga menyebut nama Hizbullah sembari  mengimbau negara-negara Barat bertindak realitistis dalam perang melawan terorisme di Suriah.

“Moskow, Teheran, dan Hizbullah mendukung Damaskus dalam penumpasan terorisme,” katanya.

Seperti diketahui, sejak tahun 2011 Suriah dilanda gelombang pemberontakan yang dimotori  Barat dan beberapa negara Arab sekutunya. Hal ini kemudian disusul dengan merebaknya fenomena terorisme yang juga tak lepas dari peran Barat dan sekutunya tersebut karena dianggap sangat membantu ambisi mereka untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang sejak dulu menolak berkompromi dengan Rezim Zionis Israel.

Ambisi itu gagal namun ratusan ribu orang meninggal dunia dan jutaan lainnya mengungsi akibat perang yang berkecamuk di Suriah. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL