Moskow, LiputanIslam.com –   Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menyatakan bahwa pemimpin Jabhat al-Nusra, Abu Mohammad al-Golani, tidak sadarkan diri sejak terkena serangan udara Rusia terhadap beberapa posisi kelompok teroris cabang al-Qaeda ini.

“Penghancuran markas Jabhat al-Nusra, dan ketidak sadaran pemimpinnya, Abu Mohammad al-Golani, telah menimbulkan kebingungan di barisan kelompok-kelompok bersenjata di Idlib,” ungkap Konashenkov, Kamis (5/10/2017).

Sehari sebelumnya, Kemhan Rusia mengabarkan bahwa al-Golani terluka dan kehilangan tangannya akibat terkena sepihan rudal dalam serangan Angkatan Udara Rusia.

Dia menyebutkan bahwa sekira 60 kombatan kelompok teroris Fateh al-Sham  alias Jabhat al-Nusra tewas, dan pemimpinnya, Abu Mohammad al-Golani, menderita luka parah dan kritus. Dia menjelaskan bahwa intelijen Rusia sehari sebelumnya telah mengungkap tempat dan waktu pertemuan para petinggi al-Nusra yang dihadiri oleh al-Golani.

Jet tempur Su-34 dan Su-35 lantas menggempur tempat pertemuan itu dan menyebabkan 12 pemimpin al-Nusra dan 50 anak buah mereka yang menjaga pertemuan itu tewas, sementara belasan lainnya luka-luka, termasuk al-Golani.

“Pemimpin al-Nusra menderita luka parah dan kehilangan tangannya akibat pecahan peluru, dan sejumlah sumber independen menyebutkan bahwa kondisinya kritis,” ungkap Konashenkov.

Tapi tak lama kemudian pihak al-Nusra membantahnya melalui media sosial dan menyatakan bahwa al-Golani berada dalam kondisi bugar, hingga kemudian Kemhan Rusia kembali membuat pernyataan dan memastikan bahwa al-Golani berada dalam kondisi tak sadarkan diri. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL