Moskow, LiputanIslam.com –  Rusia menyatakan perilaku negara-negara Barat selama ini tidak konstruktif dalam isu terorisme, dan karena itu Barat bertanggungjawab atas serangan teror mematikan yang terjadi di kawasan al-Rashidin, provinsi Aleppo, Suriah, Sabtu lalu (15/4/2017).

Seperti pernah diberitakan, sedikitnya 126 orang yang sebagian besar di antaranya penduduk Fu’ah dan Kefraya yang berpihak kepada pemerintah Suriah terbunuh akibat ledakan bom bunuh diri yang menyasar beberapa bus yang mengevakuasi mereka dari dua kota tersebut menuju Aleppo setelah dua tahun dikepung oleh pasukan pemberontak dan teroris.

Dalam sebuah statemen yang dirilis Senin (17/4/2017) Kemlu Rusia mengutuk serangan ini dan menyerukan kepada masyarakat dunia supaya turut mengutuknya.

“Tak syak lagi peristiwa buruk ini terjadi akibat perilaku tidak konstruktif negara-negara Barat dalam masalah penumpasan terorisme trans-nasional di Suriah… Agresi rudal AS belum lama ini terhadap negara merdeka Suriah merupakan salah satu manifestasi standar ganda, dan dalam kondisi demikian para teroris menemukan spirit dan merasa tidak akan mendapatkan hukuman,” ungkap Kemlu Rusia.

Statemen ini menambahkan, “Pada gilirannya, Moskow melanjutkan perang melawan fenomena terorisme di Suriah…. Rusia akan membantu semua pihak yang bersedia menutup mata dari ambisi politik masing-masing demi menemukan solusi melalui perundingan dan perlawanan terhadap para teroris ISIS, Jabhat al-Nusra, dan semua kelompok teroris yang aktif.”

Dilaporkan bahwa ledakan besar tersebut berasal dari sebuah truk yang membawa hampir satu ton bahan peledak. Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan brutal ini, namun diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang sudah terorganisir rapi, bukan oleh perorangan. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL