Moskow, LiputanIslam.com –  Sumber Kemlu Rusia menilai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) sebagai pelanggaran dan ancaman bagi keamanan internasional.

“Langkah ini merupakan pelanggaran terbuka terhadap undang-undang dan perjanjian internasional, dan tindakan yang merusak citra Badan Energi Atom Internasional (IAEA)… Keputusan Presiden AS itu mengancam keamanan internasional” ungkap sumber itu, Selasa (8/5/2018).

Senada dengan ini, Duta Besar Rusia untuk Uni Eropa Vladimir Chizhov mengatakan bahwa pemerintah Rusia “berkomunikasi secara kontinyu dengan segi tiga Eropa (Perancis, Inggris, dan Jerman), dan baru sekarang dilakukan pembicaraan mengenai tindakan-tindakan signifikan.”

Namun dia menambahkan, “Anda hendaknya tidak meragukan akan berlanjutnya upaya-upaya yang ditujukan untuk menjaga apa yang disebut JCPOA… Sejauh ini segi tiga Eropa dalam pernyataan terbukanya saja berbicara mengenai upayanya untuk merespon hal-hal yang menimbulkan kerisauan AS, tapi selamanya saya tidak pernah mendengar apa yang mereka usulkan kepada Iran. Saya kuatir ini menjadi salah satu problema yang akan kita hadapi.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*