NewYork, LiputanIslam.com –  Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengimbau Amerika Serikat (AS) dan sekutunya agar mengurungkan rencana menyerang Suriah. Peringatan ini dia lontarkan sembari mengaku “tidak dapat mengesampingkan” kemungkinan konfrontasi militer langsung antara Rusia dan AS jika Suriah diserang.

Imbauan bernada keras itu dia nyatakan kepada wartawan usai rapat tertutup Dewan Keamanan PBB mengenai ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Suriah, Kamis (12/4/2018). Menurutnya, keberadaan tentara Rusia di Suriah akan membuat situasi akan menjadi lebih buruk jika Suriah diserang.

“Prioritas utamanya adalah menghindari bahaya perang. Kami berharap tidak akan ada titik tanpa harapan,” lanjutnya.

Ditanya apakah itu berarti perang antara Rusia dan AS, dia menjawab, “Kami tak dapat mengesampingkan kemungkinan apa pun, sayangnya, karena kami melihat pesan-pesan yang datang dari Washington. Mereka benar-benar suka berkelahi.”

AS dan para sekutunya mengancam akan menyerang Damaskus. Ancaman ini dihembuskan sejak 7 April lalu menyusul adanya laporan tendensius bahwa sebuah serangan yang diduga menggunakan senjata kimia telah menewaskan 60 orang dan melukai ratusan lainnya di kota Douma, Ghouta Timur, provinsi Damaskus, Suriah.

Kemungkinan terjadinya serangan AS terhadap Suriah meningkat pada Rabu lalu setelah Trump mengingatkan Rusia agar “bersiap-siap” menembak jatuh rudal AS yang akan “segera berdatangan” ke Suriah.

Namun esok harinya dana pernyataan Trump via Twitter menurun.

“Belum pernah dikatakan kapan serangan ke Suriah akan terjadi. Bisa jadi segera sekali, atau tidak segera sama sekali,” kicaunya. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL