Moskow, LiputanIslam.com –  Kantor Kepresidenan Rusia, Kremlin, menyatakan  bahwa pihaknya belum menerima jaminan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengenai Iran, dan bahwa sikap yang ditunjukkan Iran belakangan ini merupakan tanggapan atas tekanan yang ada terhadapnya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan demikian dalam konferensi pers, Rabu (15/5/2019), sembari menyesalkan sikap Iran dan mengingatkan bahwa situasi di kawasan Teluk Persia sedang menuju eskalasi.

“Saat kami memantau berlanjutnya eskalasi dan ketegangan mengenai masalah ini, kami menyesali keputusan yang diambil oleh pihak Iran,” ungkapnya.  Namun demikian, dia menjelaskan bahwa Iran mengambil sikap demikian adalah karena mendapat  tekanan yang bertentangan dengan semangat dan misi perjanjian nuklir Iran.

Menurutnya, tindakan AS  telah memprovokasi Iran, dan bahwa Moskow telah mengungkapkan masalah di berbagai level.

Peskov mencatat bahwa keprihatinan publik tetap ada, tidak ada jaminan dari Pompeo, dan yang terlihat justru sikap yang menjurus kepada eskalasi.

Rabu lalu Iran menyatakan pihaknya telah menangguhkan beberapa komitmennya kepada  kesepakatan nuklir dan mengancam akan menempuh langkah-langkah tambahan jika dalam kurun waktu  60 hari negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan itu tidak memenuhi kewajiban mereka.

Iran menyatakan sikapnya itu pada momen peringatan satu tahun keluarnya AS  dari perjanjian nuklir yang ditandatangani pada tahun  2015 antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, Cina, Prancis dan Inggris) plus Jerman. Sejak itu Teheran telah menolak merundingkan perjanjian baru, terutama karena pihak lain telah berulang kali menyatakan komitmen mereka terhadap perjanjian tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*