NewYork, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia menepis pernyataan anti Iran yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Bantahan ini dinyatakan Negeri Beruang Merah hanya selang beberapa jam setelah Netanyahu melontarkan tuduhan terhadap Iran.

Netanyahu dalam pertemuan dengan Putin di kota Sochi, Rusia, Rabu (24/8/2017), mengungkapkan kekecawaannya terhadap hubungan Rusia dengan Iran dalam pemberantasan terorisme.  Dia mengingatkan Putin bahwa Iran berbahaya bagi dunia dan sedang memperkuat posisinya di Suriah.

Netanyahu mengeluh karena menurutnya, di mana ISIS atau teroris lainnya kalah di situ kevakuman selalu diisi oleh eksistensi Iran.

Beberapa jam kemudian Rusia menegaskan bahwa Iran justru berperan konstruktif dalam penyelesaian krisis Suriah dan menjalin kerjasama erat dengan Rusia di bidang ini.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia di New York mengatakan, “Kami memahami sikap Israel terhadap Iran, tapi kami menilai peran Iran di Suriah konstruktif.”

Dia menjelaskan kepada wartawan pendirian Netanyahu mengenai sepak terjang Iran di Suriah. Dia juga menegaskan bahwa berkat upaya segi tiga Rusia, Iran dan Turki dalam proses perundingan Astana untuk Suriah telah terbentuk tiga kawasan yang telah bebas dari konflik, dan sedang terbentuk pula satu lagi kawasan serupa.

“Kami selalu bekersama erat dengan Iran untuk secepatnya meletakkan titik akhir konflik Suriah,” lanjutnya. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL