Moskow, LiputanIslam.com –  Kementerian Luar Negeri Rusia menilai keputusan Amerika Serikat (AS) memasukkan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam daftar teroris sebagai kelanjutan upaya Washington untuk menjelek-jelekkan Iran dan akan berdampak negatif pada penarikan pasukan AS dari Suriah.

“Keputusan pemerintah AS memasukkan IRGC dalam daftar organisasi teroris adalah bagian dari cara AS untuk menjelekkan Iran melalui berbagai tekanan maksimal terhadapnya,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada konferensi pers mingguannya, sebagaimana dilansir al-Alam, Kamis (11/4/2019).

Dia kemudian menyebutkan beberapa contoh tekanan besar AS terhadap Iran berupa “pengabaian terhadap Dewan Keamanan PBB, penarikan diri dari perjanjian nuklir Iran, dan desakan agar Iran menarik pasukan dari Suriah padahal mereka ada di sana atas permintaan pemerintahan yang sah negara ini.”

Presiden AS Donald Trump Senin lalu mengumumkan keputusan bahwa pemerintahannya telah memasukkan IRGC dalam daftar organisasi teroris asing. Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran lantas membalasnya dengan menyebut Komando Pusat AS (CENTCOM) , yaitu pasukan AS yang bercokol di kawasan Timteng dan sekitarnya, sebagai teroris. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*