Moskow, LiputanIslam.com –  Pertemuan segi tiga Rusia, Iran dan Turki dalam sidang umum perundingan mengenai Suriah di Astana, Kazakhstan, menghasilkan penandatanganan MoU atau nota kesefahaman mengenai pengadaan zona de-eskalasi (pengurangan ketegangan) di empat kawasan di  Suriah, Kamis (4/5/2017).

Rusia, Iran dan Turki adalah tiga negara yang menjamin pelaksanaan gencatan senjata di Suriah, dan delegasi masing-masing di Astana dipimpin oleh Alexander Lavrentyev, Hossein Jabiri Ansari dan Sedat Onal. Tiga delegasi tingkat tinggi ini dilaporkan telah menyepakati dan meneken nota kesefahaman tersebut.

Menjelang penandatangan nota tersebut dua orang  di antara para wakil oposisi Suriah melakukan aksi walk out ketika Menlu Kazakshtan Kairat Abdrakhmanov menyapaikan pidato sambutan.

Menurut beberapa informasi yang tersiar, Rusia telah mengusulkan empat kawasan de-eskalasi di provinsi Idlib, bagian utara provinsi Homs, Ghouta Timur di provinsi Damaskus, dan bagian selatan Suriah.

Dalam teks usulan Negeri Beruang Merah itu disebutkan bahwa akan diadakan poros-poros aman atau garis perbatasan di mana ketegangan akan berkurang demi mencegasi konfrontasi langsung antara kedua pihak.

Rusia menggagas supaya di sepanjang perbatasan ini diadakan pos-pos pemeriksaan dan pembebasan lalu lintas tanpa senjata bagi warga sipil, pengiriman bantuan kemanusiaan, dan pelaksanaan aktivitas perdagangan.

Dalam konferensi pers singkat di hari pertama perundingan damai di Astana Lavrentyev mengatakan, “Seperti Anda ketahui, Federasi Suriah melakukan upaya intensif untuk mempromosikan penyelesaian damai Suriah dan sedang mengembangkan berbagai skema untuk memperkuat perjanjian senjata dan menjadikan perjanjian ini lebih efektif,” ungkap

Dia menambahkan, “Kami percaya bahwa (pengadaan zona de-eskalasi di Suriah) dapat benar-benar membantu mengatasi masalah lama yang memisahkan oposisi moderat Suriah dari organisasi teroris, terutama Negara Islam (ISIS) dan Jabhat al -Nusra, dan akan membantu mengurangi secara signifikan tingkat konfrontasi bersenjata antara oposisi bersenjata Suriah dan pasukan pemerintah.”

Perundingan damai Suriah babak ke-4 atas prakarsa Rusia, Iran dan Turki diselenggarakan selama dua hari di Astana, ibu kota Kazakhstan, sejak Kamis kemarin. Perundingan ini juga dihadiri delegasi pemerintah Suriah maupuun delegasi oposisi negara ini, Utusan PBB Urusan Suriah Staffan de Mistura, delegasi pengamat dari AS dan Yordania serta pihak tuan rumah.  (mm/mehr/rt/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL