suriah rusiaTelAviv, LiputanIslam.com – Koran Israel Yedioth Ahronoth (YA) Senin (31/8) melaporkan bahwa Rusia sedang melakukan persiapan untuk memulai serangan udara terhadap posisi-posisi para teroris di wilayah Suriah pada beberapa hari mendatang.

Alex Fishmen dalam artikelnya di YA menyebutkan bahwa pasukan udara Suriah dalam beberapa hari mendatang akan masuk ke zona udara Suriah dengan sepengetahuan Amerika Serikat (AS).

Mengutip keterangan para diplomat Barat dia menuliskan, “Beberapa jet pengebom Rusia sudah ditempatkan di bandara Damaskus dan siap memulai serangan udara dengan membom posisi-posisi kelompok teroris ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain yang aktif di wilayah Suriah, dan dengan memberikan dukungan logistik dan teknis kepada tentara Suriah.”

Dia menambahkan, “Rusia merencanakan tindakan ini sementara, menurut para pejabat Moskow, negara ini dalam waktu dekat juga akan mengirim kepada tentara Suriah jet tempur MIG-29 serta jet tempur pelatihan Yakovlev Yak-130 yang juga dapat digunakan untuk pemboman dari udara.”suriah rusia2

Menurut Fishman, serangan udara Rusia ke posisi-posisi teroris di Suriah akan dapat mengubah aturan main di Timur Tengah.

“Rusia dan Iran sepakat mendukung pemerintah Suriah untuk penumpasan kelompok-kelompok teroris, dan tampaknya Rusia dan AS juga telah menyesuaikan kebijakan-kebijakannya dengan Iran dalam penumpasan terorisme di kawasan, dan Washington memandang penting sekali peranan Iran, terutama dalam perang melawan terorisme, setidaknya di Irak,” tulisnya.

Rusia dewasa ini memberikan bantuan persenjataan kepada pemerintah Suriah dan sedang berusaha mendapatkan dermaga yang aman di wilayah pantai Suriah di sisi Pelabuhan Tartus di Laut Tengah.

“Dengan demikian, koalisi Rusia-Iran di sisi koalisi negara-negara Barat dengan Arab regional pimpinan AS sedang terbentuk, dan Iran di mata kekuatan-kekuatan besar dunia telah berubah menjadi poros penyelesaian berbagai persoalan Timteng,” tulis Fishman di bagian akhir artikelnya.

Pihak Moskow sendiri belum membuat pernyataan mengenai apa yang dilaporkan Fishman tersebut.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan ISIS sedang terlibat perang jalanan dengan kelompok-kelompok oposisi bersenjata Suriah di selatan Damaskus di salah satu wilayah Rif Damaskus, Senin (31/8).

Perang itu berkobar setelah para teroris yang ada di Damaskus memasuki kawasan Hay al-Qadam yang dikuasai oleh kelompok oposisi dan membuat penduduk kawasan ini terpaksa mengungsi. Pasukan ISIS datang ke tempat itu melalui kawasan Hajar al-Aswad yang mereka kuasai sejak 2014.

Menurut SOHR, 15 orang dari kedua belah pihak terbunuh dalam pertempuran itu.

Selama ini kelompok oposisi Suriah tak hanya bertempur dengan tentara Suriah melainkan juga dengan kelompok teroris ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL