serangan rusia di suriah1Moskow, LiputanIslam.com –  Kremlin menepis keras tuduhan media dan para pejabat Barat bahwa Rusia telah membomfasilitas-fasilitas sipil di Suriah, termasuk rumah sakit di kota Idlib.

“Moskow menepis tuduhan tanpa dasar dan tak dapat diterima itu,” tegas Juru bicara Presiden Rusia Dmitri Peskov, Selasa (16/2), seperti dilansir lembaga pemberitaan Segodnya dan dikutip IRNA.

Dalam tudingan tersebut Rusia dilaporkan telah menyerang rumah sakit Dokter Lintas Batas di Idlib) hingga menjatuhkan tujuh korban tewas pada Senin (15/2).

“Kami tak dapat menerima tuduhan ini, apalagi tuduhan demikian selalu muncul setiap beberapa waktu. Tak ada bukti yang dapat membenarkan tuduhan ini,” ungkap Peskov.

Dia mengatakan bahwa dalam kasus-kasus seperti ini sumber yang seharusnya dijadikan sandaran adalah sumber yang utama.

“Bagi kami, sumber yang bisa diterima adalah pemerintah Suriah. Yang dapat dijadikan tolok ukur adalah pernyataan para pejabat Suriah sendiri. Merekalah yang semestinya menyatakan sikap dan mengatakan pihak mana yang berada di balik pemboman itu,” katanya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov tidak hanya membantah tuduhan tersebut, melainkan juga balik menuding Amerika Serikat (AS) sebagai pelaku pemboman tersebut. Kepada wartawan dia mengatakan, “Pesawat AS-lah yang membom rumah sakit Aleppo, tapi juru bicara Pentagon malah menuding Rusia sebagai pelakunya.”

Dia juga menjelaskan bahwa pemboman rumah sakit itu terjadi Rabu pekan lalu.

“Sebagaimana pernah kami janjikan, kami tidak akan merahasia fakta kepada mitra AS kami. Pada hari Rabu pukul 13.55 waktu Moskow, dua jet tempur A-10 milik AS masuk ke Suriah melalui wilayah udara Turki dan membom beberapa titik kota Aleppo. Tapi juru bicara Pentagon Kolonel Steve Warren sama sekali tak menyinggung penerbangan pesawat AS ini. Dia malah mengklaim bahwa pesawat-pesawat Rusia telah membom dan merusak rumah sakit Aleppo hingga menyebabkan 5000 orang di kota ini terlantar dan tak mendapatkan layanan kesehatan.”

Dia menambahkan, “Tak ada yang bisa dibicarakan lebih dari itu oleh juru bicara AS dalam mengungkap fakta. Dia sama sekali tidak menyinggung waktu pemboman, karakteristik geografis rumah sakit, dan sumber yang dijadikan sandaran. Kalau yang melontarkan klaim-klaim tanpa dasar adalah sebuah lembaga HAM di London maka ini bisa dimengerti, tapi keadaan akan berbeda apabila kebohongan dilontarkan oleh juru bicara Pentagon selaku militer profesional .”

Dia kemudian menjelaskan bahwa channel-channel Barat ramai-ramai menuding Rusia tapi sambil menayangkan gambar-gambar lama kota Aleppo.

“Pesawat Rusia kemarin sama sekali tidak melakukan penerbangan di kawasan ini. Kawasan terdekat dengan Aleppo yang dilintasi oleh pesawat Rusia saat itu berjarak 20 km dari kota ini,” terangnya.

Bantahan Rusia juga dilontarkan oleh Wakil Tetap Rusia di PBB Vitaly Churkin sembari menepis anggapan bahwa Rusia melanggar undang-undang internasional dalam serangan udaranya terhadap para teroris di Rusia.

Rusia turut memerangi teroris di Suriah dengan serangan udara atas permintaan Damaskus, namun sejak Negara Beruang Merah itu bukannya diapresiasi oleh Barat dan sekutunya di Timteng melainkan selalu direcoki dengan tudingan membunuhi warga sipil. Barat dan sekutunya kecewa karena gerombolan-gerombolan teroris takfiri yang mereka andalkan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad ternyata sekarang porak poranda dihajar oleh pasukan Rusia dari udara dan oleh pasukan Suriah sendiri di darat. (mm)    

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL