rusia lawan isisMoskow, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov membantah laporan surat kabar Times, Inggris, bahwa Negeri Beruang Merah itu akan membangun pangkalan militer di Suriah.

“Rusia sama sekali tidak akan membangun pangkalan udara tambahan untuk penempatan jet tempurnya di Suriah, dan memang tidak ada keputusan untuk pembangunan ini,” tuturnya, seperti dilansir IRNA, Senin (25/1).

Dia mengatakan, laporan Times bahwa Moskow berencana mendirikan pangkalan militer Rusia di Suriah sama sekali tidak berdasar. Menurutnya, rumor demikian sengaja disebar dengan tujuan menutupi kasus penempatan pasukan Turki di kawasan Qamishli, Suriah, dekat perbatasan Turki.

Times Sabtu pekan lalu melaporkan bahwa Rusia dan Amerika Serikat (AS) membangun pangkalan udara militer yang tersembunyi di kawasan timur laut Suriah dan masing-masing terpisah hanya oleh jarak sekitar 50 km. Menurut Times, hal ini menambahkan ketegangan di sepanjang perbatasan Turki.

Times menjelaskan bahwa sebagaimana diperingatkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tersiar laporan bahwa ada sekitar 200 personil militer Rusia mulai memperkuat misi udaranya di pangkalan udara di Qamishli di sebuah kawasan yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah dan berjarak beberapa mil dari perbatasan Turki yang notabene anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Times menambahkan bahwa hal tersebut direaksi oleh Turki dengan mengerahkan pasukannya ke wilayah perbatasan Suriah dan di sana mereka mulai menggali parit.

Menurut Times, para aktivis setempat mengatakan bahwa di jarak sekitar 30 mil dari Qamishli, AS untuk pertama kalinya juga terlihat mengerahkan logistiknya untuk penempatan pasukannya di provinsi Hasakah, Suriah. Para aktivis itu menyebutkan ada puluhan tentara AS yang bekerja mendirikan pangkalan di sebuah lokasi bekas pelabuhan udara pertanian yang berjarak beberapa kilometer dari perbatasan Irak-Turki. Lokasi itu dikuasai oleh kelompok Kurdi Suriah yang berhasil menekan mundur pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan bantuan AS.

Times juga memberitakan bahwa para pejabat AS mengakui sejumlah pasukan khususnya telah dikerahkan ke kawasan itu, namun tidak memberikan penjelasan rinci.

Times merilis laporan itu sementara Presiden Rusia Vladimir Putin belum lama ini menepis kemungkinan negaranya akan membangun pangkalan di Suriah.

Putin mengatakan, “Kami memiliki rudal-rudal tangguh bersayap yang berjarak tempuh sekitar 4000 km sehingga kami dapat menjangkau siapapun yang kami kehendaki. Karena itu kami tidak perlu mendirikan pangkalan militer di Timur Tengah.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL