suriah sambut rusiaBeirut, LiputanIslam.com – Rusia membangun landasan pacu di dekat sebuah bandara militer di provinsi Latakia di bagian barat Suriah yang menjadi markas besar pasukan Suriah. Demikian dinyatakan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) sembari menyebutkan adanya ratusan penasehat militer dan teknisi Rusia di lokasi tersebut, Minggu (11/9).

Leporan ini mengemuka di tengah adanya kontroversi luas mengenai pengiriman bantuan militer Rusia kepada Suriah yang notabene sekutu kuat Rusia.

“Pasukan Rusia membangun landasan pacu panjang di kawasan bandra Hamimim, kota Jableh, di wilayah pesisir provinsi Latakia,” ungkap Direktur Eksekuttif SOHR, Sami Abdulrahman, sebagaimana dilansir AFP. Menurunya, para tenaga dari Rusia melarang orang-orang Suriah, baik sipil maupun militer, memasuki lokasi proyek.

Dalam beberapa minggu ini, lanjut SOHR, bandara tersebut kedatangan pesawat-pesawat yang mengangkut perlengkapan militer dan ratusan penasehat militer, tenaga ahli dan teknisi Rusia.

Moskow sendiri untuk pertama kalinya mengakui bahwa kedatangan pesawat-pesawatnya ke Suriah bukan hanya membawa bantuan kemanusiaan, melainkan juga perlengkapan militer.

Menlu Rusia Sergey Lavrov menilai Barat “salah besar” jika tidak membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang melawan teroris.

“Percuma menjauhkan pasukan Suriah dari perang melawan ISIS. Pasukan yang paling efektif di negara ini adalah angkatan bersenjata Suriah,” katanya, Minggu kemarin.

Menurut Lavrov, para pejabat negara-negara Barat secara pribadi mengakui ISIS lebih berbahaya daripada al-Assad, tapi tak seorangpun di antara mereka yang berani menyatakan hal itu secara terbuka.

“Mereka takut kehilangan air mukanya,” kata Lavrov.

Dia menegaskan lagi bahwa Rusia juga akan terus mendukung para pemimpin Suriah secara militer dengan alasan bahwa semua ini adalah demi memerangi terorisme. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL