sistem-s-300-rusiaMoskow, LiputanIslam.com –   Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia  Igor Konashenkov mengakui pihaknya telah mengerahkan sistem rudal S-300 permukaan ke udara ke Suriah.

“Memang, Republik Arab Suriah menerima sistem rudal S-300 anti-pesawat. Sistem ini dicanangkan untuk menjamin keamanan pangkalan angkatan laut di kota Tartus (Suriah) dan kapal yang berada di wilayah pesisir, “ungkap Konashenkov dalam statemen yang dirilis Selasa (4/10/2016).

Statemen ini dirilis beberapa jam setelah Fox News mengutip pernyataan tiga pejabat Amerika Serikat (AS) bahwa Rusia telah mengirimkan sistem S-300 ke Suriah pada akhir pekan lalu, dan bahwa ini merupakan pertama kalinya Rusia  mengerahkan sistem supercanggih itu di luar perbatasannya. Para pejabat AS itu lantas menganggap Rusia bersikeras meningkatkan operasi militernya di Suriah.

Konashenkov mengaku heran mengapa pengerahan sistem itu dipermasalahkan. Sebab, menurutnya, sistem misil itu semata-mata untuk tujuan pertahanan dan sama sekali bukan untuk mengancam.

“Tak jelas mengapa pengerahan S-300 menyebabkan adanya alarm sedemikian rupa dari para mitra Barat kami,” ujarnya.

November tahun lalu Rusia mengerahkan sistem rudal S-400 baru ke Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah, menyusul peristiwa penembak jatuhan jet pembom Rusia oleh Angkatan Udara Turki di wilayah Suriah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, Senin lalu (3/10/2016) mengumumkan penangguhan partisipasi negara ini dalam kanal bilateral dengan Moskow yang dibentuk dengan tujuan mempertahankan gencatan senjata di Suriah. (Baca: AS Bekukan Perundingan Dengan Rusia Mengenai Gencatan Senjata Suriah )

Pengumuman ini dinyatakan dua minggu setelah berakhirnya gencatan senjata terbaru di Suriah yang dimediasi dan disepakati oleh AS dan Rusia. Gencatan senjata itu sendiri berakhir seminggu setelah Damaskus menolak memperpanjang kesepakatan itu sebagai reaksi terhadap serangan udara koalisi internasional pimpinan AS yang menewaskan puluhan tentara Suriah di pangkalan militer dekat kota Deir al-Zor. (Baca: Liga Arab Serukan Gencatan Senjata di Aleppo)

Pemerintah Suriah gusar karena serangan udara hebat itu dilancarkan justru terhadap pasukan Suriah yang  sedang bertempur sengit melawan kawanan teroris ISIS di wilayah timur Suriah tersebut, padahal koalisi itu dibentuk dengan label “anti ISIS”.  (mm/RT/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL