rudal-jelajah-rusiaMoskow, LiputanIslam.com –  Bersamaan dengan pemilu presiden Amerika Serikat, Rusia mengancam akan meluncurkan rudal jelajah dalam “skala besar” dan melancarkan serangan udara ke Aleppo.

Serangan ini diperkirakan akan dilakukan dalam 24 jam sejak Selasa pagi (8/11/2016) dan akan menarget pinggiran Aleppo di mana kelompok-kelompok bersenjata berusaha mendobrak kepungan pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya terhadap wilayah Aleppo timur yang dikuasai oleh pemberontak dan teroris.

Dilaporkan bahwa serangan ini akan mengerahkan rudal-rudal jelajah serta pesawat tempur yang berlandasan di darat maupun di kapal induk.

“Pada kasus-kasus sebelumnya di mana serangan rudal yang dilesatkan dari Laut Kaspia ada puluhan target hancur. Sedangkan sekarang, persis dalam dua sampai tiga hari, ada ratusan sasaran yang akan dihancurkan dari jarak jauh,” tutur sebuah sumber militer kepada laman Gazeta milik Rusia.

Dalam beberapa hari terakhir, Angkatan Laut Rusia telah mengerahkan armada yang cukup besar di wilayah timur Laut Mediteranian, terdiri atas kapal induk Admiral Kuznetsov, kapal tempur penjelajah terbesar, Peter The Great, yang berasal dari Armada Utara, serta kapal rudal Admiral Grigorovich.

Dilaporkan pula bahwa Rusia juga mengerahkan tiga kapal selam dari Armada Utara yang semuanya ditempat di kawasan antara Cyprus dan pantai Suriah.

Sebagaimana dijelaskan pejabat militer kepada media Rusia, serangan ke Aleppo ini merupakan unjuk kekuatan dan kemampuan militer pada hari pemilu presiden AS. Para pengamat konsisten menilai Putin bersikeras untuk memulihkan status Rusia sebagai kekuatan global.

Kawanan teroris berusaha masuk ke Aleppo melalui arah barat dan barat daya dalam dua minggu terakhir dengan melancarkan serangan yang melibatkan lebih dari 2000 teroris dan didukung puluhan tank, mobil lapis baja, dan bom mobil.

Mereka juga tak henti-hentinya menggempur posisi-posisi pasukan pemerintah Suriah dengan menggunakan mortir dan mesin-mesin pembom.

Sebuah sumber mengatakan bahwa para teroris memanfaatkan jeda kemanusiaan yang diterapkan belakangan ini untuk menghimpun kekuatan sebagai persiapan memasuki Aleppo timur. (mm/guardian/raialyoum)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL