Damaskus, LiputanIslam.com –  Aktivitas sehari-hari penduduk kawasan  Wadi Barada di bagian barat Provinsi Damaskus  sudah pulih, sementara lebih dari 2600 militan telah menyerahkan senjata mereka. Demikian dinyatakan Juru bicara Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah, Kol. Alexander Blinkov, Kamis (26/1/2017).

Dia menjelaskan bahwa militan yang menolak penyerahan senjata dan pemulihan status mereka akan dikirim oleh pihak berwenang ke kota Idlib bersama keluarga mereka.

“Penduduk kawasan Sungai Wadi Bardi sudah hidup normal lagi. Tahap awal rencana rekonsiliasi kompleks sekarang sudah diimplementasikan.  Sejauh ini lebih dari 2600 orang sudah dipulihkan statusnya. Militan yang menolak meletakkan senjata dipindah ke provinsi Idlib bersama keluarga mereka di bawah pengawasan otoritas Suriah,” ungkapya kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa di saat yang sama, militan lain yang menolak gencatan senjata memilih berlindung di kawasan pegunungan sembari sesekali melancarkan serangan ke daerah-daerah pedesaan di sekitar pegunungan.

Suplai air bersih untuk Damaskus, ibu kota Suriah, sebagian besar berasal dari sumber-sumber air yang ada di lembah Wadi Barada. Suplai ini sempat beberapa lama tersabotase oleh aksi pendudukan militan terhadap sumber-sumber itu sejak 22 Desember 2016. Belakangan, Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya berhasil mengatasi ulah mereka. Setelah terkepung total, militan itu bersedia melakukan gencata dengan berbagai konsekuensinya.

Sementara itu,  SAA berhasil merebut kembali posisi-posisi Garda Presiden dari pendudukan kawanan teroris ISIS di kawasan pemakaman di poros selatan kota Deir el-Zor, Suriah timur.

SAA berhasil merebut kembali posisi-posisi itu setelah bertempur hebat melawan ISIS dengan menggunakan senjata ringan dan barat hingga menimpa banyak kerugian pada ISIS. Namun demikian, pertempuran di kawasan itu masih berlangsung sengit, dan beberapa jet tempur Rusia dan Suriah ikut menghajar kawanan ISIS di sekitar area pemakaman.

Kota dan pangkalan udara Deir ez-Zor sejak beberapa lalu dilaporkan hampir jatuh ke tangan ISIS, tapi belakangan ini pasukan Suriah tampak berhasil memperkuat posisi mereka. (mm/sputnik/fna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL