serangan rusia di suriah1Moskow, LiputanIslam.com –   Memasuki hari ketiga serangan udara Rusia di Suriah, media Rusia Jumat kemarin (2/10) melaporkan bahwa akurasi serangan terhadap posisi-posisi kawanan teroris itu membuat kawanan kelompok teroris takfiri ISIS tercekam ketakutan.

Channel RTV Rusia menayangkan gambar-gambar lobang besar di permukaan tanah akibat ledakan bom-bom yang dijatuhkan Rusia hingga menghancurkan bungker atau tempat perlindungan bawah tanah kawanan teroris ISIS.

RTV menyebutkan bahwa Rusia telah melesat bom-bom penghancur beton hingga melumat bungker-bungker gerombolan bersenjata ISIS, dan meskipun memiliki daya ledak tinggi bom-bom itu tidak menghamburkan serpihan ke angkasa.

Menurut RTV, banyak benggolan teroris berlindung dalam bungker, namun akurasi dan jenis bom yang digunakan Rusia dalam serangan udaranya di Suriah menimbulkan situasi yang mencekam di tengah kawanan ISIS.

Para saksi mata penduduk setempat mengatakan bahwa roket yang menerjang markas ISIS tidak menimbulkan suara ledakan keras dan tidak pula menghamburkan serpihan ke kawasan sekitarnya.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia dalam statemennya Jumat kemarin mengumumkan bahwa pada Kamis lalu sepanjang siang dan malam jet-jet pemburu dan pembom Rusia jenis Sukhoi-34, Sukhoi-24, danSukhoi-25 telah melakukan misi serangan udara sebanyak 18 kali dengan sasaran 12 markas pasukan ISIS, termasuk markas komando dan pusat telekomunikasi ISIS di kawasan Dar Taazah, provinsi Aleppo, yang hancur lebur. serangan rusia di suriah2

Kemhan Rusia Selasa lalu mengeluarkan instruksi penerbangan sekitar 60 unit jet tempur Sukhoi di angkasa Suriah untuk mengganyang kelompok-kelompok teroris,dan sejauh ini sudah puluhan markas dan posisi teroris diganyang roket Rusia.

Sehari kemudian diumumkan pula bahwa dua kapal perang Rusia bergerak menuju Suriah membawa  satuan-satuan pasukan komando khusus untuk pengamanan perlengkapan militer, terutama di pangkalan udara Latakia yang ditempati oleh jet-jet tempur Rusia dan di pangkalan Tartus.

Beberapa negara Barat dan Arab Saudi yang sejak lima tahun silam gigih mempersenjatai kelompok-kelompok teroris di Suriah mengklaim serangan udara Rusia telah menjatuhkan banyak korban sipil. Klaim ini segera ditepis keras oleh Presiden Suriah Vladimir Putin.

“Berita-berita demikian sudah beredar sejak sebelum jet tempur Rusia mengangkasa,” katanya.

Sementara itu, menyaksikan atraksi babat ISIS oleh pasukan udara Rusia di Suriah, pemerintah Irak jadi ingin menyaksikan atraksi serupa di Irak. Dua hari setelah jet tempur Rusia beraksi di Suriah, Perdana Menteri Irak Haider Abadi menyatakan Baghdad ingin menjalin kerjasama kontra-teroris serupa dengan Moskow. Gayungpun bersambut, Kementerian Luar Negeri Rusia menanggapinya dengan menyatakan bahwa begitu ada permintaan resmi dari Baghdad maka Moskow akan segera mempelajari pengembangan serangan anti ISIS dari Suriah ke Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL