NewYork, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya sidang ke-73  Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (25/9/2018), menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha menggulingkan pemerintahan Iran.

“Menggelikan, pemerintah AS bahkan tidak menyembunyikan rencananya untuk menggulingkan pemerintahan yang justru mereka ajak berdialog,” ujar Rouhani.

“Tak perlu menunggu datangnya kesempatan lain (untuk memulai dialog), dan kedua pihak dapat saling mendengar satu sama lain dalam sidang majelis ini,” lanjutnya.

Rouhani mengingatkan bahwa dialog Iran-AS harus dalam bingkai perjanjian nuklir Iran dengan kelompok 5 plus 1, dan kebijakan pemerintahan Trump “keliru” sejak awal dan “gagal.”

Rouhani juga meragukan kesiapan AS untuk berdialog dengan Iran. Menurutnya, pemerintah AS mengajak dialog hanya untuk menyamarkan niatnya menggulingkan pemerintah yang diajaknya itu.

Sembari mengecam keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran, Rouhani mengapresiasi upaya Rusia, Cina, dan Uni Eropa untuk mempertahankan perjanjian ini meskipun AS mundur.

Dia menuding AS berusaha melemahkan dan melumpuhkan lembaga-lembaga internasional. Dia juga mengimbau PBB tidak tunduk kepada kehendak AS agar keputusan-keputusannya tidak sampai menjadi tumbal kebijakan politik dan kepentingan AS.

Rouhani mengatakan, “Iran sampai detik ini mematuhi semua kewajibannya, tapi AS sejak awal alih-alih konsisten kepada janjinya malah mundur dari perjanjian nuklir secara sepihak.”

Mengenai sanksi AS terhadap Iran dia menyebutnya sebagai sebentuk perang ekonomi yang telah menyulitkan perdagangan internasional.

Mengenai krisis Suriah, dia menekankan legalitas keberadaan para penasehat militer Iran di Suriah karena datang atas undangan pemerintah Suriah sendiri agar membantu penumpasan terorisme.

Menyinggung isu Palestina Rouhani mengingatkan bahwa perilaku keji Israel yang didukung AS terhadap bangsa Palestina merupakan ancaman paling berbahaya bagi keamanan dan stabilitas kawasan.

Mengenai krisis Yaman dia menilainya dapat diselesaikan melalui perundingan internal Yaman sendiri tanpa campurtangan asing, dan Iran siap menyokong segala upaya penyelesaian dengan semua fasilitas yang tersedia. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*