Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani dalam kontak televon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, Minggu (4/3/2018), menyatakan Iran memandang negara-negara penjual senjata kepada Arab Saudi ikut bertanggungjawab atas kejahatan perang yang terjadi di Yaman.

“Kita menyaksikan tindak kejahatan perang di Yaman sehingga negara-negara yang memasok senjata ke Saudi dan koalisi Arab harus bertanggungjawab dalam masalah ini,” tegas Rouhani.

Saudi yang memimpin pasukan koalisi Arab yang menyerang Yaman merupakan salah satu negara yang membeli senjata dari Perancis.

Presiden Iran menyatakan demikian beberapa jam sebelum Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian tiba di Teheran dalam kunjungan resmi selama satu hari ke Iran.

Dia juga menegaskan bahwa dialog dan kerjasama Iran dengan Eropa mengenai berbagai isu regional tidak ada kaitannya dengan perjanjian nuklir Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman (5+1) yang diteken pada tahun 2015.

Le Drian Ahad kemarin menyatakan akan melakukan “dialog blak-blakan” dengan pemerintah Iran pada hari ini, Senin (5/3/2018), mengenai proyek rudal balistik Iran serta sepak terjang negara ini di Timteng, terutama di Suriah, yang semuanya dipersoalkan oleh Barat.

Perancis merupakan salah satu negara Barat yang menganggap sepak terjang Iran itu mengusik stabilitas Timteng, terutama Suriah, Irak, dan Yaman.

Macron dalam kontak telefon dengan Rouhani meminta Iran “memberikan tekanan semestinya” terhadap Presiden Suriah Bashar Assad agar menghentikan serangan militer Suriah belakangan ini ke Ghouta Timur yang menjadi kantung terakhir kawanan teroris dan pemberontak di dekat Damaskus, ibu kota Suriah. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*