Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan negaranya siap membela kepentingan bangsa Saudi di depan “terorisme dan adidaya” serta menyerukan kepada umat Islam agar bersatu melawan Amerika Serikat (AS).

Dalam pidato pembukaan Konferensi Persatuan Islam ke-32 di Teheran, ibu kota Iran, Sabtu (24/11/2018), Rouhani menegaskan, “Kami siap melakukan segala yang memungkinkan untuk membela kepentingan bangsa Saudi melawan terorisme dan adidaya, sebagaimana kami menyokong bangsa Irak, Suriah, Afghanistan, dan Yaman.”

Pada konferensi yang dihadiri oleh alim ulama Sunni dan Syiah dari pelbagai penjuru dunia itu Rouhani  kepada bangsa Saudi menambahkan, “Kami tidak akan mengganggu Anda, kami memandang semua bangsa di kawasan ini sebagai saudara kami. Kami tidak menginginkan US$ 450 miliar dari Anda.”

Angka yang disebutkan oleh Rouhani itu tak lain mengacu pada dana yang dikucurkan Saudi untuk memborong senjata dan lain-lain dari AS.

Hubungan Iran-Saudi terputus sejak Januari 2016 akibat insiden serangan demonstran Iran yang marah terhadap penjatuhan hukuman mati terhadap ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr al-Nimir.  Kedua negara ini juga disebut-sebut terlibat dalam perang proksi di Suriah dan Yaman.

Rouhani menegaskan, “Dunia Islam sekarang satu dan mengharuskan umat Islam kompak dan solider agar bisa menang melawan kaum Zionis dan AS.”

Dia kemudian mengingatkan, “Kebergantungan kepada asing tergolong kesalahan historis terbesar. Apa yang diinginkan AS adalah memperbudak bangsa-bangsa regional dan global.”

AS kembali menerapkan sanksi terhadap Iran setelah Presiden AS Donald Trump pada Mei lalu menyatakan mundur dari perjanjian nuklir yang diteken Iran dengan sejumlah enam negara besar dunia pada tahun 2015. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*