Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani kembali mengecam sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan mengancam akan mencegah proses jual beli minyak dunia di kawasan Teluk Persia.

“Amerika harus tahu bahwa negara ini tak sanggup mencegah ekspor minyak Iran. Jika ia berusaha mencegahnya maka semua minyak dari Teluk Persia tidak akan terekspor,” tegasnya, Selasa (4/12/2018).

Sejak tahun 1980-an Iran sudah pernah mengancam akan memblokir kawasan Teluk Persia sebagai reaksi atas tekanan internasional, namun belum pernah melakukan pemblokiran.

Di pihak lain, AS kembali menerapkan embargonya terhadap Iran, termasuk sanksi minyak, setelah Washington keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia yang diteken pada tahun 2015.

AS mengancam akan menghentikan penjualan minyak Iran ke seluruh negara dunia, tapi kemudian mengecualikan delapan negara untuk sementara waktu.

Rouhani menilai tindakan AS sebagai ujian besar bagi bangsa Iran. Kepada rakyat Iran dia mengatakan, “Selama 40 tahun sejak kemenangan revolusi Islam, kita telah mencetak kemenangan-kemenangan besar dalam melawan musuh dan kekuatan zalim AS, dan bangsa kita yang besar tidak akan pernah membiarkan musuh menggores senyum di wajahnya.”

Dia memastikan bahwa musuh-musuh Iran selama puluhan tahun itu selalu mengenyam kegagalan dalam berusaha menundukkan Iran, termasuk melalui invasi militer Irak terhadap Iran pada era rezim diktator Irak Saddam Hossein mulai tahun 1980 hingga 1988.

“Amerika dan kaum Zionis gusar terhadap bangsa besar Iran karena enggan menganggukkan kepala kepada mereka,” tegas Rouhani.

Ancaman Rouhani kemarin untuk menutup akses ke Teluk Pesia merupakan pengulangan ancaman yang dilontarkannya terhadap AS pada Juli lalu. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*