الرئيس روحاني يؤكد تسابق العالم للحوار مع طهرانTeheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa sekarang bukan zamannya lagi bagi dunia untuk berlomba menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Sebaliknya, dunia sekarang berlomba menjalin komunikasi, dialog dan saling pengertian dengan Iran.

“Sekarang kami melihat bahwa negara-negara dunia dan kekuatan-kekuatan besar telah sampai pada keyakinan bahwa sanksi dan intimidasi sama sekali tidak efektif. Sebaliknya, jalur untuk saling pengertian terkandung hanya pada penghormatan kepada bangsa Iran yang besar,” kata Rouhani dalam pesan menyambut hari raya Nouruz atau tahun baru 1394 Hijriah Syamsiah, yaitu kalender yang berlaku di Iran, Sabtu (21/3/2015), sebagaimana dilansir Alalam.

Menyinggung program nuklirIran yang menjadi sorotan dunia, dia menegaskan bahwa Teheran sudah menjadikan hak nuklir Iran sebagai harga mati.

“Kami sudah mematok dan memperkokoh hak nuklir bangsa ini, kami hancurkan sanksi-sanksi…bangsa ini akan berhasil dalam perjalanan meraih cita-citanya yang agung,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa Iran sangat mengedepankan semangat persaudaraan dalam menjalin hubungan dengan negara-negara sekitarnya.

“Kami telah mengembangkan hubungan kami dengan negara-negara jiran dalam segala bidang, dan kebijakan kami terhadap mereka ialah kebijakan kecintaan dan ketulusan. Kebijakan kami terhadap semua negara juga mengacu pada keterbukaan dan penguatan kerjasama, baik dengan Timur maupun Barat, terutama negara-negara regional. ” tuturnya.

Lebih jauh dia juga menyinggung kesungguhan Iran dalam gerakan kontra-terorisme.

“Kerja besar lain yang dilakukan oleh bangsa kami dalam kebijakan luar negeri ialah kegagah beranian dan keagungan bangsa ini dalam perang melawan terorisme, radikalisme dan kekerasan. Dalam perang melawan terorispun kami tidak menduduki negara-negara sahabat kami. Kami memberikan bantuan kepada para sahabat dan negara-negara kawasan yang terkena tekanan teroris, dan kami akan terus memberikan dukungan ini sampai radikalisme dan terorisme terbasmi di kawasan dan dunia.”

Di bagian lain pesan tahun barunya dia menyinggung kebijakan dalam negeri Iran dalam mengisi tahun barunya, termasuk meningkatkan ekspor non-minyak serta menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi kalangan muda.

Belakangan ini dikabarkan bahwa  AS menghapus nama Iran dan Hizbollah dari daftar teroris. Direktur National Intelligence, James Clapper, dalam laporannya yang disampaikan di hadapan Komisi Senat AS baru-baru ini  tidak memasukkan Iran dan kelompok Hezbollah dalam daftar ancaman teror terhadap kepentingan AS. (Baca: AS Hapus Iran dan Hizbollah dari Daftar Teroris)

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*