روحاني: فتحت صفحة جديدة في تاريخ المنطقةTeheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani tampak lega dan gembira atas tercapainya kesepakatan nuklir negaranya dengan kelompok P5+1, yaitu lima negara anggota tetap  Dewan Keamanan (DK) PBB (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina) plus Jerman serta Komisaris Tinggi Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di Wina, Austria. Negara demi negara, termasuk negara-negara Arab Teluk, juga sudah menyampaikan ucapan selamat atas perjanjian final yang tercapai pada Selasa (14/7) tersebut, sementara Israel tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas perkembangan ini.

Seperti dilansir Alalam dan IRNA, Presiden Rouhani dalam komentar perdananya  Selasa (14/7) menyebut kesepakatan itu telah membuka lembaran baru dalam sejarah regional berasaskan prinsip dialog.

“Kami sangat bergembira atas perundingan ini, dan kita telah mencapai babak baru dengan Barat,”  ujarnya dalam pesan kepada masyarakat Iran yang disiarkan secara langsung di TV dan radio Iran.

Dia memastikan bahwa kesepakatan ini dicapai sesuai kepentingan nasional Iran.

“Iranfobia telah mengemuka di dunia melalui pengopinian bahwa Iran berambisi memiliki senjata nuklir. Ini tidak benar… Sudah saya nyatakan sejak pengangkatan sumpah kepresidenan bahwa Barat dapat berinteraksi dengan kita apabila mencampakkan pola penistaan… Perundingan tidak bertumpu pada prinsip ada yang untung dan ada yang rugi, melainkan sama-sama beruntung… Tujuan kami dalam negosiasi ialah mempertahankan program nuklir Iran dan mengeluarkan masalah nuklir ini dari pasal 7 dan pencabutan semua embargo terhadap Iran.”

Menurutnya, Barat semula menghendaki pembatasan maksimal pengoperasian 4000 sentrifugal, sementara sekarang, setelah penekenan kesepakatan nulir, Iran memiliki lebih dari 6000 sentrifugal.

Yang lebih penting lagi, lanjutnya, ialah resistensi dan kesolidan bangsa Iran hingga akhirnya meraih hasil yang diinginkan dari perundingan ini.

Keterpukulan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebagaimana diberitakan Reuters, menilai perjanjian nuklir Iran tersebut sebagai kesalahan yang fatal, sementara Dirjen Deplu negara Zionis ini, Dore Gold, menganggap kesepakatan itu sebagai peluang bagi Iran untuk menjelma menjadi kekuatan besar dunia.

Times of Israel menyebutkan bahwa Netanyahu sudah berusaha keras untuk mencegah kesepakatan nuklir Barat dengan Iran, termasuk dengan mempertaruhkan hubungan baiknya dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, namun kini jelas bahwa upaya itu ternyata sia-sia belaka.

Meski upaya itu kandas, Gold sama sekali tidak menunjukkan sikap kritis terhadap Netanyahu. Sebaliknya, dia mengatakan, “Petualangan kemampuan nuklir Iran belum berakhir, dan karena itu keputusan tidak dapat diambil mengenai kinerja Bapak Perdana Menteri (Netanyahu).”

CNN melaporkan Israel berencana meningkatkan upaya melobi Kongres AS dan mencari-cari sinyalemen bahwa Iran melanggar kesepakatan agar sanksi kembali diterapkan.

“Israel harus memusatkan diri dan menjelaskan seluruh lubang yang ada dalam kesepakatan yang pada akhirnya akan mengintensifkan terorisme dan kekacauan di Timur Tengah… Mudah-mudahan Kongres dan Senat akan bisa melihat kebenaran,” kata Menteri Keamanan Masyarakat Israel Gilad Erdan.

Optimisme Obama

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memastikan bahwa masyarakat internasional mendukung kesepakatan nuklir Iran.

“Kesepakatan nuklir ini didukung oleh masyarakat internasional, dan kesepakatan ini baik bagi semua pihak,” katanya, seperti dilansir Alalam.

Dia juga mengatakan bahwa kesepakatan ini membolehkan tim inspeksi internasional untuk mengakses beberapa lokasi vital di Iran.

“Jika Iran konsisten pada perjanjian, maka sanksi akan dicabut,” ungkapnya.

Dia mengaku tak setuju dengan penggunaaan kekuatan militer terhadap Iran dan menganggapnya berseberangan dengan interes nasional Amerika.

“Saya menolak hal ini… Kita sudah bermusuhan dengan Iran selama 35 tahun, namun kini persoalan sudah berubah…. Kita tidak boleh masuk ke dalam konflik, dan zamanpun sudah tidak mendukung hal ini, ” katanya.

Dia menambahkan bahwa program nuklir Iran berjalan transparan, dan kesepakatan damailah yang akan membuat dunia menjadi lebih aman.

“Kita tidak mencari krisis,” tuturnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL