Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani tampak mengisyarat saran bahwa jika Inggris membebaskan kapal tanker Iran yang ditangkap di lepas pantai Gibraltar pada awal bulan ini maka Iran juga akan melepaskan kapal berbendera Inggris yang dicegat dan disita oleh pasukan Iran pekan lalu.

“Jika Inggris menghindari tindakan yang salah di Gibraltar, mereka akan menerima tanggapan yang sesuai dari Iran,” kata Rouhani dalam rapat kabinet mingguan, Rabu (24/7/2019)

Kapal supertanker Grace-1 yang membawa miyak Iran disita di luar negeri Inggris di pantai selatan Spanyol pada 4 Juli lalu karena dicurigai mengirimkan minyak ke Suriah, negara Arab sekutu Iran yang dikenai sanksi Uni Eropa.

Baca: Iran Nyatakan Siap Hadapi Segala Skenario Pasca Penyitaan Tanker Inggris

Sekitar dua minggu kemudian, Iran menangkap kapal Stena Impero yang berbendera Inggris di Selat Hormuz sembari mengklaim bahwa kapal itu telah bertabrakan dengan perahu nelayan Iran dan melanggar hukum internasional.

Memanasnya hubungan Iran-Inggris ini terjadi di saat ketegangan antara Iran dan AS juga meningkat di kawasan Selat Hormuz.

Baca: Negara-Negara Eropa Kompak Peringatkan Iran Soal Penyitaan Tanker Inggris

Dan baru kali ini Rouhani mengaitkan penyitaan kapal Inggris oleh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan penyitaan kapal tanker minyak Iran oleh Angkatan Laut Inggris. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*