Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya sama sekali tidak ragu dalam memroduksi dan menimbun senjata apapun yang dinilai mendesak untuk pertahanan. Dia juga memastikan negaranya akan mereaksi keras pelanggaran pihak lawan terhadap perjanjian nuklir.

Dalam pernyataan di parlemen Iran, Majelis Syura Islam, Minggu (29/10/2017), Rouhani menyinggung pengkhianatan Amerika Serikat (AS) terhadap perjanjian nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia, yang ujung-ujungnya AS menginginkan supaya isu nuklir Iran dirundingkan lagi.

“Dengan cara ini pemerintah AS seharusnya justru mundur dari perundingan dan pengadaan perjanjian dengan dunia. Kerakyatan yang dinikmati Iran di kawasan adalah karena AS tidak berbuat apapun di kawasan kecuali mengobarkan api terorisme dan membangkitkan perselisihan,” katanya.

Dia mengingatkan bahwa konsisten kepada perjanjian merupakan prinsip yang dianut oleh seluruh khalayak dunia serta menjadi tolok ukur peradaban bangsa dan kejujuran negara, sehingga siapapun tidak mungkin akan percaya kepada sebuah pemerintahan yang melanggar kesepakatan pemerintahan pendahulunya.

“Plin-plan dalam berkomitmen kepada perjanjian sebelumnya, dan mengajak kepada perundingan lagi adalah sesuatu yang membangkitkan ejekan,” lanjutnya.

Rouhani juga menegaskan bahwa bangsa Iran akan terus mendukung hak kaum tertindas di kawasan dalam melawan teroris dan konspirasi pemecah belahan.

Dia menyoal, “Siapakah yang berbelas kasih kepada bangsa-bangsa kawasan, Iran ataukah kalian (AS) yang justu mengayomi sekelompok munafik teroris dan anasir DAESH (ISIS)?”

Mengenai persenjataan Iran dia menegaskan, “Demi membela diri, kami tidak akan pernah ragu memroduksi dan menimbun senjata yang kami anggap urgen, dan ini tidak bertentangan dengan undang-undang internasional apapun. Kami akan mereaksi tegas pelanggaran terhadap perjanjian.”

Senada dengan ini, wakil ketua perlemen Iran urusan internasional, Hossein Amir Abdollahian, menegaskan negara ini akan terus berperan besar dalam menggalang stabilitas dan keamanan regional, meskipun Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan ke Arab Saudi menyatakan akan berusaha menyingkirkan Iran dari percaturan regional. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL