Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Eropa agar membuat perencanaan yang matang untuk bereaksi terhadap embargo yang beberapa bentuk di antaranya mulai diterapkan Amerika Serikat (AS) atas Iran.

“Eropa harus membuat perencanaan untuk mekanisme reaksi terhadap embargo AS, dan Eropa tentu menempuh langkah-langkah di bidang ini. Saya merasakan hal ini dari dekat dalam kunjungan terakhir saya ke Eropa, dan semua negara ini berjanji untuk tidak menggubris embargo ini,” ungkap Rouhani dalam wawancara televisi, Senin malam (6/8/2018).

Presiden Iran menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan milik negara-negara Eropa mendapat tekanan dan sanksi dari AS.

“Karena itu, kami masih mengharapkan Eropa mengambil tindakan-tindaka praktis berdasar pertemuan Iran dengan lima negara lain, khususnya Uni Eropa, yang akan akan diselenggarakan pada akhir Agustus, sebagaimana juga dijadwalkan perundingan taraf menteri di sela-sela sidang PBB,” ujarnya.

Menurut Rouhani, hubungan negaranya dengan Rusia dan Cina jauh lebih baik dan luas daripada hubungannya dengan Eropa. Cina tetap berkomitmen pada janjinya dalam perjanjian nuklir mengenai reaktor nuklir Iran di Arak, dan di sela pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai para pejabat Cina menegaskan pemeliharaan hubungan dengan Iran. Sebagaimana Rusia, Cina juga secara terbuka menyatakan akan tetap konsisten pada kesepakatan-kesepakatan yang mereka capai dengan Iran.

“Ketika perusaan minyak Total (Perancis) menyatakan meninggalkan Iran perusahaan Cina justru menegaskan kelanjutan kontraknya dengan Iran. Dengan demikian, kami berusaha menjalin hubungan baik dengan semua negara dunia, tapi dewasa ini hubungan dengan negara-negara Asia mendapat perhatian tersendiri,” lanjutnya.

Rouhani menyatakan Presiden AS Donald Trump gagal dalam upayanya untuk mengeluarkan berbagai pihak lain dari perjanjian nuklir Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*