Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa khalayak dunia “memuji” keberanian Iran melawan Amerika Serikat (AS) yang telah melanggar janji dan keluar dari kesepakatan nuklir Iran, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA ), yang sejauh ini masih dipatuhi oleh Iran.

“Hari ini kita berada dalam konflik dengan AS, di mana tidak ada seorang pun di dunia ini tidak memuji Iran,” ujar Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah negara republik Islam ini, Selasa (18/6/2019).

Dia menambahkan, “Iran telah memenuhi apa yang telah ditandatanganinya. Iran telah mematuhi perjanjian internasional, sedangkan pihak lawan kita sekarang adalah pihak yang menghancurkan semua perjanjian, konvensi dan kesepakatan internasional.”

Washington dan Teheran terlibat konflik sejak Presiden AS Donald Trump pada Mei 2018 membuat keputusan menarik AS dari JCPOA yang dicapai oleh pendahulunya Barack Obama pada 2015 dengan Iran di bawah pengawasan internasional, dan kemudian memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, meskipun Teheran dan pihak-pihak internasional lain yang terikat JCPOA masih konsisten kepada perjanjian ini.

Ketegangan Iran dengan AS kemudian meningkat. AS memperkuat keberadan militernya di Timur Tengah serta mengerahkan kapal induk dan pesawat pembom B-52 ke Teluk Persia.

Baca: Pompeo: AS Tetap Inginkan Diplomasi Ketimbang Perang dengan Iran

Selain itu, penjualan senjata ke Arab Saudi juga meningkat sebagai tanggapan atas apa yang disebut Washington sebagai “ancaman” yang berasal dari Republik Islam.

Washington telah mencantumkan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam daftar organisasi teroris serta menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman pada pekan lalu.

Pada 8 Mei lalu Rouhani mengumumkan penangguhan penerapan beberapa kewajiban Iran dalam JCPOA  jika negara-negara penandatangan lain (Inggris, Cina, Prancis, Jerman dan Rusia) dalam jangka waktu 60 hari gagal meringankan dampak sanksi AS terhadap sektor minyak dan perbankan Iran.

Baca:  Abaikan Perjanjian Nuklir, Iran Akan Tingkatkan Pengayaan Uranium Hingga 300 Kilogram

Sejak tanggal itu dia juga menghentikan komitmen Iran membatasi persediaan air berat dan uranium yang diperkaya sesuai JCPOA yang ditandatangani di Wina. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*