Hassan-RouhaniTeheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani mengaku tidak mengutamakan manapun di antara dua calon presiden yang bersaing dalam pemilu presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton dari Partia Demokratik dan Donald Trump dari Partai Republik.

“Di PBB ada seorang presiden yang bertanya kepada saya mana yang lebih utama di antara dua capres Clinton dan Trump. Saya menjawab, ‘Apakah yang lebih utama adalah yang buruk atas yang lebih buruk, ataukah yang  lebih buruk atas yang buruk?’” ujarnya dalam sebuah pidato di kota Arak, Iran tengah, Minggu (23/10/2016).

Rouhani mencemooh cara-cara kedua Clinton dan Trump dalam aksi saling menjatuhkan satu sama lain di depan publik.

“Apakah kita ingin demokrasi atau pemilu seperti ini di negara kita? Kita bangga dengan keislaman kita. Kita bangga dengan keiranan dan keislaman kita,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa AS yang “mengaku berdemokrasi sejak 200 tahun silam telah kehilangan moral.”

AS masih menjadi musuh bebuyutan Iran meskipun perjanjian mengenai nuklir negeri mullah ini sudah ditandangani pada Juli 2015.

Tak tanggung-tanggung, Trump berjanji akan “mencabik” perjanjian itu jika dia terpilih sebagai presiden. Hal ini lantas dibalas oleh pemimpin tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei dengan mengancam akan “membakar” perjanjian itu. (mm/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL