Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato yang ditujukan kepada rakyat Iran segera menanggapi keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump keluar secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran, Selasa (8/5/2018).

Rouhani mengaku yakin sejak awal bahwa AS tidak akan konsisten kepada perjanjian nuklir Iran.

“Sejak awal kami sudah mengetahui bahwa AS tidak akan pernah memenuhi janji-janjinya, dan inilah yang terbukti pada kami dalam keputusan Trump keluar dari perjanjian nuklir… Kami akan berunding dengan negara-negara yang terkait dengan perjanjian nuklir. Pemerintah Iran konsisten kepada janjinya, tapi Washington tidak menghargai perjanjian internasional,” ujar Rouhani.

Dia juga menegaskan, “Keluarnya AS dari perjanjian nuklir merupakan penegaskan bahwa negara ini tidak menghargai perjanjian internasional… Ketika Dewan Keamanan percaya kepada perjanjian nuklir, Washinton malah secara resmi mengumumkan keputusan yang tidak menghormati semua perjanjian internasional.”

Presiden Iran kemudian menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala keadaan pasca keputusan Trump.

“Jika perjanjian ini hanyalah sebatas tinta di atas kertas dan tidak menjamin kepentingan kami, maka ada jalan yang jelas bagi kami, dan kami siap menghadapi segala keadaan… Perjanjian ini bukan hanya antara AS dan Iran, melainkan perjanjian internasional,” tegasnya.

Rouhani menetapkan tenggat waktu “beberapa minggu” bagi masyarakat internasional, dan setelah itu dia akan memerintahkan kepada Badan Energi Atom Iran agar siap melakukan pengayaan uranium.

“Saya telah mengeluarkan doktrin kepada Badan Energi Atom Iran untuk melakukan tindakan yang urgen,” katanya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL