Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa Al-Quds (Yerussalem) adalah milik seluruh umat Islam dan tetap merupakan ibu kota Palestina.

“Kami tidak akan pernah melepaskan tujuan ini untuk selamanya,” tegas Rouhani , Selasa (12/12/2017), menjelang kepergiannya ke Turki untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul mengenai keputusan Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

Mengenai KTT ini dia yang mengaku diundang pemerintah Turki untuk menghadiri KTT ini mengatakan, “Dalam pertemuan di Istanbul kami akan menekankan kepada dunia Islam dan para peserta bahwa urusan Palestina berkenaan dengan seluruh dunia Islam bahwa tanah Al-Quds adalah milik segenap umat Islam.”

Dia menjelaskan, “Dunia Islam menikmati persatuan dan keselarasan, kita akan menemukan suara kompak bahwa keputusan AS keliru, dan kami akan menegaskan bahwa keputusan ini tak mungkin dapat diimplementasikan.”

Menurut Rouhani, jika AS bersikeras hendak menerapkan keputusan ini maka akan terjadi tragedi di kawasan, dan AS selama beberapa tahun terakhir berusaha meminggirkan isu Palestina dengan cara menampilkan kawanan teroris di kawasan.

Lebih lanjut dia memastikan tekad Iran akan tetap bulat dalam menyokong bangsa Palestina hingga tahap intifada sampai semua pengungsi Palestina kembali ke kampung halaman mereka dan mendapatkan lagi hak-haknya.

Presiden Iran menilai intifada telah bermula lagi di Palestina. Dia mengaku bahwa sehari sebelumnya dia telah menghubungi Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, via telefon, dan menyebutkan bahwa empat orang Palestina telah gugur dan sekira 1500 lainnya cidera, termasuk di Jalur Gaza. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*