Teheran, LiputanIslam.com – Sedikitnya 10 negara telah menawarkan diri untuk menjadi mediasi di tengah eskalasi persiteruan antara Iran dan Arab Saudi. Demikian dikatakan Presiden Iran Hassan Rouhani, Selasa (17/1/2017),  sembari menegaskan bahwa Teheran akan memulihkan hubungannya dengan Riyadh jika Arab Saudi mengubah kebijakan regionalnya.

Saat ditanya mengenai adanya laporan bahwa Irak dan Kuwait telah menawarkan bantuan untuk meredakan keteragangan antarnegara rival di Timteng, Rouhani dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung oleh TV Iran mengatakan, “Ada banyak negara. Ada menyebutkan Irak dan Kuwait, sementara seingat saya sekarang ada 8-10 negara yang pejabatnya yang telah berbicara kepada kami soal ini.”

Dia menegaskan Iran tidak bermaksud menyisihkan Arab Saudi dari kancah politik regional, dan Iran bahkan akan menawarkan bantuannya kepada Riyadh jika “ia mengambil keputusan yang benar” serta menghentikan intervensi militernya di Yaman dan campurtangannya di Bahrain.

Mengenai perjanjian nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia, Rouhani mengatakan bahwa presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak dapat membatalkan perjanjian ini secara sepihak.

Dalam konferensi pers memperingati satu tahun pencabutan sanksi internasional terhadap Iran ini dia mengatakan, “Presiden terpilih AS telah menunjukkan kekecawaannya terhadap perjanjian nuklir ini dan menyebutnya perjanjian terburuk yang pernah diteken selama ini. Tapi pernyataannya hanya sekedar slogan, dan saya kira, setelah mendatangi Gedung Putih dia dapat melakukan hal lain.”

Dia menambahkan, “Saya optimis kepada prospek perjanjian nuklir. Perjanjian ini juga baik bagi AS, tapi Trump tidak menangkap hal ini.” (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL