Beirut, LiputanIslam.com –   Mantan duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Suriah Robert Ford memastikan bahwa “pemerintah AS menerima kebertahanan al-Assad” pada jabatannya sebagai presiden Suriah. Dia juga mengatakan bahwa “tak ada pengamat yang menduga sebelumnya bahwa tentara Suriah akan dapat mencapai kota Deir Ezzor” dan “pemerintah Suriah kini berada pada posisi terkuat, berbeda dengan kubu oposisi, secara politik maupun militer.”

Dalam wawancara dengan TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon dan dilansir Rabu (6/9/2017) dia  mengatakan, “Negara-negara Barat sudah berlepas tangan dari kubu oposisi bersenjata Suriah, sementara dukungan Arab Saudipun kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah sudah surut.”

Mengenai kelompok-kelompok pasukan sekutu tentara Suriah yang telah berhasil memecah kepungan ISIS terhadap kota Deir Ezzor dia mengatakan, “Tak terduga sebelumnya bahwa Rusia mengirim pasukan ke Suriah, kami salah duga, dan tak terduga pula pengiriman ribuan pasukan Irak dan Afghanistan ke Suriah untuk bertempur bersama tentara Suriah.”

Dia menyalahkan kubu “oposisi moderat” karena telah “bersepakat untuk bergabungnya kelompok-kelompok ekstrimis dan Jabhat a-Nusra dengan kubu oposisi,” sedangkan “kesalahan kedua mereka ialah tidak mengajukan agenda politik yang jelas.”

Robert Ford juga mengungkap adanya komunikasi AS dengan kelompok Ikhwanul Muslimin, tapi dia menepis  adanya upaya Washington mencantumkan mereka dalam daftar kelompok oposisi Suriah.

Dia mengklaim bahwa tujuan AS semula ialah memasukkan orang-orang Suriah dalam perundingan sesama mereka dan meredakan perang saudara di Suriah.

Mengenai Iran dan Rusia dia mengatakan bahwa Iran membantu Rusia menggembosipengaruh AS di kawasan.

“Putin adalah pemenang utama di Suriah, kemudian Iran, sementara AS hingga batas tertentu kalah, Turki akan akan menjadi negara jiran terakhir dalam berdamai dengan Suriah, dan Hizbullah juga termasuk pihak yang diuntungkan dalam perang Suriah,” paparnya.

Tentang kelompok Kurdi dia menilai AS keliru membela kepentingan kelompok ini. Dia lantas menyarankan kelompok Kurdi supaya “tidak bergantung pada keberadaan AS di Suriah karena mereka tidak akan dapat bertahan lama.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL