Kairo, LiputanIslam.com –  Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Yusuf bin Ahmed al-Othaimeen, Senin (17/4/2017), menekankan pentingnya mengangkat persoalan tahanan Palestina di forum-forum internasional.

Dia menegaskan dukungan OKI kepada tuntutan para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, upaya pembebasan mereka, dan penyampaian pesan mereka kepada khalayak dunia.

Dia menyerukan kepada khalayak dunia agar segera bertindak menekan Rezim Zionis Israel agar mengindahkan hukum internasional dan perjanjian Jenewa.

Kepala Komisi Urusan Tahanan Palestina Issa Qaraqe menyatakan sekira 1300 tahanan Palestina telah memulai aksi mogok makan sejak Senin pagi, dan diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang.

Ribuan warga Palestina di Tepi Barat di hari yang sama menggelar unjuk rasa untuk menandai solidaritas mereka kepada para tahanan yang melakukan aksi mogok.

Pasukan Zionis Israel berusaha membubarkan unjuk rasa tersebut dengan menggunakan bom-bom kejut dan menembakkan gas air mata hingga menyebabkan beberapa pengunjuk rasa menderita sesak napas dan mata perih. Selain itu, dua pengunjuk rasa juga menderita luka diterjang peluru logam berlapis karet.

Menurut komisi tersebut, jumlah tahanan Palestina di penjara-penjara Israel 6500 orang, 19 di antaranya dipenjara sejak 1993. Beberapa orang, termasuk Karim Yunus dan Maher Yunus bahkan dijebloskan ke dalam penjara Israel sejak tahun 1983 sehingga menjadi tahanan yang paling lama mendekam.  (mm/alyoum7/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL