ISRAEL-PALESTINIAN-GAZA-CONFLICTTelAviv, LiputanIslam.com –Ribuan warga Israel dikabarkan masih takut pulang ke rumahnya di kawasan selatan Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Mereka memilih menunggu keadaan yang lebih kondusif dan adanya gencatan senjata permanen.

“Sekitar 10,000 hingga 12,000 orang memilih bertahan di wilayah utara sampai berakhirnya gencatan senjata 72 jam (dimulai sejak Selasa pukul 08.00 waktu Palestina) untuk memastikan apakah mereka bisa pulang dengan aman,” ujar Ofer Neiman, juru bicara lembaga swadaya masyarakat Israel Kibbutz, sebagaimana dilansir Jerussalem Post dan dikutip Rai al-Youm Rabu (6/8)

Dia mengatakan bahwa siapapun tak dapat memastikan apakah semua terowongan Hamas berhasil dihancurkan oleh tentara Israel.
Sebelumnya, juru bicara militer Israel untuk media Arab, Avichay Adraee dalam pesan Twitternya mengutip pernyataan komandan pasukan Israel wilayah selatan, Mayjen Sammy Turgeman, bahwa operasi militer Israel telah “memperbesar daya tangkal Israel terhadap serangan sehingga penduduk di bagian selatan dapat pulang ke rumah-rumah mereka dengan aman.”

Ribuan warga Israel yang tinggal di kawasan perbatasan Gaza telah mengungsi sejak awal pecah Perang Gaza yang telah berlangsung hampir satu bulan. Selama terjadi pertempuran, militer Israel sendiri menyatakan ada ratusan roket dan peluru mortir yang ditembakkan ke arah permukiman Israel yang berada di dekat perbatasan Jalur Gaza. Di samping itu, para petempur Palestina juga kerap berusaha menyusup ke wilayah Israel melalui terowongan-terowongan rahasia di bawah tanah sehingga tak jarang terjadi kontak senjata langsung mereka dan pasukan Israel.

Seperti diketahui, Israel menarik pasukannya hingga ke belakang garis perbatasan Jalur Gaza Selasa sore (5/8) menyusul kesepakatan gencatan senjata 72 jam yang dimulai hari itu sejak pukul 08.00 waktu Palestina.

Menurut data Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, serangan Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung hampir satu bulan telah menggugurkan 1,867 warga Palestina dan melukai 9,470 lainnya.

Sedangkan di pihak Israel, menurut data resmi negara Zionis ini, sebanyak 64 tentara dan tiga warga sipil tewas. Selain itu, sekitar 1008 orang, 651 di antaranya tentara dan sisanya warga sipil, juga menderita luka-luka. Namun demikian, sayap militer Hamas Brigade Ezzedin al-Qassam menyatakan tentara Israel yang tewas mencapai 161 orang, dan satu lainnya tertawan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL