relawan irak al-hasyd al-sakbiFallujah, LiputanIslam.com –  Ribuan warga suku-suku Sunni Irak di provinsi Anbar bergabung dengan relawan “al-Hasyd al-Sakbi” untuk membantu pasuan keamanan Irak melawan kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Media online Arab Rai al-Youm yang berbasis di London, Inggris, menyebut konsolidasi ini sebagai upaya untuk menjadikan “al-Hasyd al-Sakbi” -yang sebagian besar terdiri dari kelompok-kelompok Syiah- sebagai basis perjuangan yang non-sektarian.

Menurut Rai al-Youm, para tokoh dari berbagai unsur pejabat, politik, keamanan dan elemen-elemen adat Jumat (8/5) telah menghadiri parade militer besar di distrik Amiriah Fallujah untuk memperkuat peran suku-suku Anbar yang notabene provinsi terbesar di Irak dalam perang melawan ISIS yang merebut berbagai kawasan di negara ini sejak Juni 2014.

Gubernur provinsi Anbar Suhaib al-Rawi mengatakan, “Sejak saat ini tak ada kata hidup bersama para pembunuh dan penjahat… Sejak sekarang tak ada kata hidup bersama dengan orang-orang yang telah melumuri tangannya dengan darah orang-orang Irak… para ekstrimis bodoh, dan para pedagang darah.”

Ditujukan kepada suku-suku Anbar, al-Rawi mengatakan, “Mari kita jadikan hari ini sebagai deklarasi revolusi sengit anti ISIS.”
Rai al-Youm juga menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ratusan warga Sunni di Anbar telah mengangkat senjata melawan ISIS, namun mereka mengeluhkan minimnya persenjataan dan dukungan dari pemerintah pusat. Sebagian di antara mereka sudah bertempur di bawah bendera al-Hasyd al-Syakbi. Hanya saja, parade yang terjadi Jumat kemarin merupakan festival deklarasi resmi dimulainya operasi al-Hasyd al-Sakbi.

Al-Rawi menyebutkan bahwa apa yang telah dijelaskan Perdana Menteri Haider Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak memerlukan bergabungnya 6000 pejuang suku Anbar dengan al-Hasyd al-Sakbi.

Para pejabat setempat menyebutkan bahwa jumlah pejuang Sunni Anbar yang bergabung dengan al-Hasyd al-Sakbi mencapai 1100 orang. Mereka akan mendapatan senjata di pangalan al-Khaba’iyyah di provinsi Anbar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL