palestina pemakaman abu einRamallah, LiputanIslam.com – Pemakaman Menteri Palestina Ziad Abu Ein yang gugur syahid diserang dan dianiaya tentara Israel Rabu lalu (10/12) diselenggarakan secara resmi dan diikuti oleh ribuan orang Palestina di Ramallah, Tepi Barat, Kamis kemarin (11/12).

Hadir pula dalam prosesi pemakaman Presiden Palestina Mahmoud Abbas beserta para pejabat tinggi pemerintahan otonomi Palestina lainnya.

Hasil utopsi jenazah menteri Palestina urusan dinding pemisah dan permukiman Zionis itu menunjukkan bahwa dia memang meninggal akibat penganiayaan oleh tentara Israel, tembakan gas air mata dan tindakan tentara Israel menghalangi pelarian sang menteri ke rumah sakit secepatnya.

“Tim dokter Palestina beserta tim dokter dari Jordania dan Israel telah menyelesaikan proses utopsi jenazah Abu Ein pada jam-jam terakhir malam kemarin,” ujar Menteri Palestina Hussain Sheikh kepada Radio Suara Palestina, Kamis (11/12), sembari menyebutkan bahwa hasil utopsi itu memastikan Abu Zein adalah korban pembunuhan.

“Abu Ein meninggal dunia akibat pemukulan, ketercekikan oleh gas air mata, dan penundaan pelariannya ke rumah sakit oleh tentara Israel Rabu kemarin,” lanjutnya, sebagaimana dikutip Alalam.

Menurutnya, tim dokter Palestina dan Jordania telah menandatangani hasil utopsi, tetapi tim dokter Israel masih meminta waktu beberapa lama lagi untuk menandatanganinya.

“Kami menyetujui keberadaan tim dokter Israel supaya Israel tidak menyangsikan hasil utopsi,” katanya.

Dia juga menyebutkan bahwa otoritas Palestina menentang pelaksanaan utopsi di Institut Forensik Abu Kabir milik Israel di Tel Aviv dan bersikukuh supaya dilakukan di Pusat Kedokteran Forensik Universitas al-Quds di Abu Dais, Baitul Maqdis Timur.

Dia memastikan bahwa laporan mengenai hasil utopsi akan menjadi dokumen yang menyudutkan pihak Israel.

Seperti pernah diberitakan, Menteri Palestina Ziad Abu Ein, 55 tahun, gugur syahid setelah diserang dan dianiya pasukan Zionis Israel di desa Turmusiya dekat Ramalah, Tepi Barat, Rabu pagi lalu. Anggota Dewan Revolusi Gerakan Fatah ini menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit saat mendapat perawatan untuk luka yang dideritanya akibat serangan pasukan Israel.

Dia diserang ketika sedang menggelar aksi protes dengan cara melakukan gerakan penanaman pohon zaitun di desa tersebut.
Sumber-sumber rumah sakit menyebutkan bahwa Abu Ein dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi pingsan dan tak sadarkan diri akibat dianiaya pasukan Israel.

Peristiwa ini mengundang kecaman terhadap Israel dari berbagai pihak dalam dan luar negeri Palestina. Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon meminta supaya kasus ini segera diselidiki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL