Baghdad, LiputanIslam.com –  Surat kabar Amerika Serikat (AS) Business Insider (BI), Selasa (26/12/2017), melaporkan bahwa setelah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kalah di Irak dan Suriah, ribuan anggota  kelompok teroris ini bergerak menuju Eropa melalui Turki berdasarkan kesepakatan antara AS dan kubu oposisi Suriah.

Seperti dikutip laman berita Al-Masalah yang berbasis di Irak, BI melaporkan bahwa penyelundupan para teroris ke Eropa itu dilakukan dengan modus raswah.

Dilaporkan bahwa sebelum pembebasan kota Raqqa di Suriah dari tangan ISIS aksi pelarian para teroris itu bahkan sudah dilakukan dengan kedok pengungsi serta dengan memberi raswah mereka berhasil lolos di semua pos pemeriksaan dan keamanan di sepanjang rute pelarian. Sebagian teroris yang lolos adalah para kader ISIS yang berlevel amir, kepala kepolisian, dan kepala administrasi.

Menurut BI, AS kemungkinan melakukan pelarian para anggota ISIS dengan tujuan menekan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait kedekatannya dengan Rusia.

BI menyatakan tidak mendapat informasi mengenai kondisi sekarang dan program mendatang ribuan pelarian ISIS menuju Eropa tersebut, namun mengutip pernyataan seorang perwira tinggi anonim AS bahwa para politisi Barat dalam waktu dekat akan membayar mahal.

“Para politisi Barat telah berusaha menggunakan para teroris sebagai alat untuk menekan Suriah dan Libya, dan suatu hari para teroris ini akan kembali kepada mereka,” katanya. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL