bahrain al-najatiManama, LiputanIslam.com – Permusuhan pemerintah Bahrain terhadap kaum Syiah yang justru merupakan mayoritas penduduk negara ini menemukan puncaknya dengan mengusir Syekh Hussein al-Najati, wakil marji’ besar kaum Syiah Ayatullah Ali al-Sistani yang tinggal di Irak.

Najati selama ini berada di Bahrain antara lain dengan tugas mengumpulkan dan mendistribusikan dana keagamaan atas nama Ayatullah al-Sistani. Dia diekstradisi oleh pemerintah Manama dengan tuduhan tidak transparan serta tidak memiliki izin resmi dari pemerintah.

“Karena (dia) tidak menjalankan prosedur yang diperlukan maka diambillah keputusan untuk mendeportasi Najati sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku di Bahrain,” ungkap Kementerian Dalam Negeri Bahrain, Rabu  (23/4/2014).

Partai-partai oposisi Syiah mengecam keras pengusiran tokoh agama tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia (HAM). Mereka juga menilai pengusiran ini hanya akan menambahkan ketegangan di negara pulau di Teluk Persia tersebut.

Najati adalah satu di antara 31 tokoh oposisi Bahrain yang dicabut statusnya sebagai warga negara Bahrain oleh pemerintah Manama pada tahun 2012.

Amnesti Internasional 17 April lalu menyerukan kepada rezim Bahrain supaya mengakhiri intimidasi terhadap Syekh Najati dan membatalkan pencabutan kewarnegaraan tersebut. “Kampanye berbau ancaman, pelecehan dan intimidasi terhadap Syekh Hussain al-Najati ini tidak bisa diterima dan harus segera dihentikan,” ungkap Boumedouha, Wakil Direktut Amnesti Internasional Urusan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pemerintah Manama kerap menggunakan cara kekerasan terhadap para demonstran selama Bahrain dilanda gelombang aksi protes anti rezim al-Khalifa sejak Februari 2011. Beberapa warga Bahrain terbunuh dan ratusan lainnya cidera akibat serangan aparat kepolisian Bahrain massa yang menggelar unjuk rasa damai.

Belum lama ini, Sayid Hadi al-Mousawi, Ketua Departemen Kebebasan dan HAM Bahrain yang bernaung di bawah kubu oposisi Masyarakat Islam Nasional al-Wefaq menyatakan bahwa aparat keamanan Bahrain telah menggerebek 228 rumah serta menangkap 187 warga sepanjang bulan Maret 2014. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL