iran mohsen_rezaeiAhwaz, LiputanIslam.com   Pemerintah Iran kembali melontarkan pernyataan tegas terhadap Kerajaan Arab Saudi. Sekretaris Dewan Kebijakan Republik Islam Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa sebagian suku Arab Iran saja sebenarnya sudah cukup untuk meladeni dinasti al-Saud yang berkuasa di bumi Haramain.

“Kami tidak akan terjebak perang karena kebijakan kami memang bermanifestasi dalam bentuk kesabaran. Tapi keluarga al-Saud hendaknya mengetahui apa hikmah kesabaran Iran, dan ketahuilah pula bahwa saudara-saudara kami dari suku-suku Arab di provinsi Khuzestan saja sudah cukup untuk meladeni keluarga al-Saud,” tegasnya di sela-sela  parade militer Iran di kota Ahwaz, ibu kota provinsi Khuzestan di selatan Iran dalam peringatan ke-36 perang yang dipaksakan rezim Saddam Hossein terhadap Iran pada dekade 1980-an, seperti dilansir FNA dan dikutip al-Alam, Rabu (22/9/2016).

Dia mengatakan bahwa situasi internal Dunia Islam penuh gejolak perpecahan, perang, dan pertumpahan darah, dan ini memperlihatkan keagungan ayat-ayat suci al-Quran yang turun di masa-masa menjelang akhir hayat Nabi saw yang menegaskan bahwa hidayah dan kelangsungan masyarakat Islam memerlukan adanya figur-figur yang salih.

“Pihak musuh berusaha menjebak Iran ke dalam perang dengan berbagai cara, tapi mereka takut dan mundur karena negara ini sedemikian stabil dan aman,” lanjutnya.

Menurutnya, gejolak situasi situasi Dunia Islam, termasuk di Irak, Suriah, Yaman dan Bahrain bahkan telah membuat negara-negara yang semula ini merasa aman seperti Turki dan Saudi kini mengalami gejolak keamanan yang luar biasa.

Betapa demikian, lanjutnya, tingkat keamanan Iran justru sangat tinggi dan “mewarnai semua kota, jalan-jalan, gang-gang dan rumah-rumah” berkat prestasi Iran di bidang keamanan dan pertahanan.

“Kami sekarang membuat rudal-rudal dan tank-tank dengan mengandalkan teknologi dalam negeri, padahal kita menghadapi  embargo militer yang besarnya 10 kali lipat embargo ekonomi,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa Iran akan terus meningkatkan kekuatan militer karena “semakin jauh jarak tempuh rudal-rudal  Iran maka kemungkinan perang justru semakin menjauh sehingga level keamananpun praktis meningkat.”

Mantan panglima pasukan elit Korps Garda Revolusi Islam Iran ini mengatakan bahwa Iran secara umum siap menjalankan semua perintah Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Iran.

“Semua orang, mulai dari rakyat hingga para komandan militer dan keamanan memandang pembelaan tanah air sebagai kewajiban mereka,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Meningkatnya kekuatan militer ditujukan justru untuk mencegah perang….Tapi Saudi melalui perilakunya yang buruk berusaha memprovokasi kami dan mencoba menjebak kami dalam perang melalui tekanan-tekanan tak Islami dan tak manusiawi seperti pembunuhan terhadap jemaah haji Iran… Kami tidak akan terjebak perang karena kebijakan kami adalah kesabaran dan ketabahan, dan kami berusaha menampar wajah keluarga al-Saud melalui kebijakan kesabaran.”

Dia kemudian mengingatkan bahwa penduduk Arab Khuzestan dikenal sebagai orang-orang yang gagah berani.

“Tak perlu semua bagian Iran berkonfrontasi  melawan dinasti al-Saud, sebab para ksatria Arab di provinsi Khuzestan saja sudah cukup untuk meladeni dinasti al-Saud. Karena itu, kepada dinasti al-Saudi yang telah menjadi alat negara-negara yang ambisius terhadap Iran ketahuilah apa hikmah di balik kesabaran Iran, ” tegasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL