homs1Homs, LiputanIslam.com – Kantor berita Reuters menilai kota Homs sebagai jantung kekacauan di Suriah, dan jantung itu akhirnya jatuh ke tangan pasukan presiden negara ini, Bashar al-Assad.

“Pasukan Assad telah merebut kota Homs, si jantung kekacauan Suriah,” lapor wartawan kantor berita yang bermarkas di London, Inggris, ini .

Reporter kantor berita yang berdiri sejak tahun 1851 ini menambahkan bahwa tentara Assad Kamis (8/5/2015) telah menguasai sepenuhnya kota Homs yang semula menjadi pangkalan utama milisi pemberontak Suriah dan kini sudah berubah menjadi puing-puing bekas sengitnya pertempuran.

“Setelah dua tahun menguasai kota Homs, sekitar 1,200 kombatan Suriah akhirnya diangkut dengan bus yang mengantar mereka keluar dari kota yang menjadi jantung kerusuhan Suriah tersebut,” tulis Reuters sambil mengutip keterangan beberapa sumber yang disebutnya sebagai “para aktivis Suriah”.

Kamis malam kemarin TV Suriah melaporkan bahwa Homs sudah dikosongkan sepenuhnya dari “kelompok-kelompok teroris bersenjata”. Sebelumnya, Gubernur Homs Talal al-Barazi menyebutkan kepada Reuters bahwa Homs akan segera dinyatakan sebagai “kota aman” dan akan segera pula dimulai proses rehabilitasi di sana.

Semua laporan ini mengemuka setelah gelombang terakhir milisi Suriah di Kota Lama Homs berhasil direlokasi ke tempat lain.

Kesepakatan tentang ini telah dicapai oleh pihak militan dan pihak pemerintah Suriah pada tanggal 4 Mei lalu dengan mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rusia dan Iran. Meski sudah lama mengepung kota itu, pemerintah Suriah memilih bernegosiasi dengan militan sebagai bagian dari upaya untuk membuka akses bagi penduduk sipil yang terjebak dalam zona-zona konflik di kota tersebut.

“Apa yang terjadi ini adalah hasil upaya yang telah berlangsung sekian bulan, dimulai dengan mengevakuasi ratusan warga sipil dari Kota Lama dan penuntasan kasus-kasus di mana hampir 820 orang bersenjata telah menyerah dan menyerahkan senjatanya kepada pihak yang berwenang,” ungkap Gubernur al-Barazi.

Pengosongan Homs dari elemen militan dinilai banyak kalangan sebagai kemenangan besar bagi pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, khususnya menjelang pemilu presiden pada tanggal 3 Juni mendatang.

Kemenangan ini juga merupakan kelanjutan dari rentetean kemenangan tentara Suriah dalam beberapa bulan terakhir dalam upaya membebaskan beberapa kota dari kendali berbagai kelompok gerilyawan pemberontak, ekstrimis dan teroris yang didukung oleh sejumlah negara asing.

Suriah dilanda perang sejak Maret 2011, mengakibatkan lebih 150, 000 jiwa melayang sia-sia, sedangkan jutaan lainnya terlantar di berbagai lokasi pengungsian demi menghindari kecamuk kekerasan. (mm/fna/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL