syria Assad_flagLondon, LiputanIslam.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kerap berbicara tentang suplai senjata negara ini untuk para pemberontak Suriah. Tapi di saat yang sama, menurut Reuters, secara pribadi mereka mengakui bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam waktu dekat ini sulit digulingkan.

Kantor berita yang bermarkas di London, Inggris, ini Minggu (1/6) melaporkan, ketika Suriah mulai dilanda gejolak kubu musuh pemerintah Damaskus beranggapan bahwa era Assad sudah berakhir dan tak lama lagi akan terguling, tapi situasi di lapangan ternyata berkata lain.

“Sekarang walaupun AS mengupayakan peningkatan bantuan dan pelatihan bagi gerilyawan moderat untuk memerangi pasukan Assad, namun para pejabat AS secara pribadi mengakui bahwa Assad tidak akan beranjak ke manapun secepat ini,” tulis Reuters.

Setelah menyebutkan kontinyutas kemajuan tentara Suriah dalam beberapa bulan terakhir, Reuters menambahkan, “Dia (Assad) telah merebut kembali kontrol atas serangkaian kota yang menjadi tulang punggung utara-selatan negara ini, menjamin cengramannya atas kawasan pantai utara-barat dan jantung wilayah Alawi dan menyapu para gerilyawan dari perbatasan Lebanon, dan kini dia sedang mempelajari serangan baru terhadap Aleppo sebelum kemudian melancarkan tekanan hingga bagian utara yang berbatasan dengan Turki.”

Reuters melanjutkan bahwa menurut para diplomat Arab di Lebanon yang menjadi sekutu Presiden Assad, dewasa ini Assad sengaja tidak menyerang kawasan-kawasan yang dikuasi oleh milisi Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL) yang terhubung dengan pemberontakan di Irak barat. Salah satu diplomat itu mengatakan bahwa ini merupakan strategi yang jitu dan rasional. Sebab untuk apa Suriah tentara mengganyang ISIL ketika milisi ini berperang dengan rivalnya, al-Nusra.

Diplomat yang dekat dengan Assad itu optimis tentara Suriah pada akhirnya juga akan membebaskan kawasan timur. Dia mengatakan bahwa hal ini mirip dengan pertempuran yang terjadi di Aljazair pada dekade 1990-an. “Ini perlu waktu, di Aljazairpun pemerintah menghabiskan waktu tujuh hingga delapan tahun untuk membersihkan dan merebut kembali kontrolnya,” ungkapnya.

Reuters menyebutkan bahwa Assad masih dapat bertahan karena didukung Iran dan Rusia, selain juga karena perpecahan antarkelompok oposisi serta pertempuran antargerilyawan ekstrimis. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL