milisi syiah irakLondon, LiputanIslam.com – Memasuki hari kelima operasi pembebasan kota Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, Irak, kantor berita Reuters dan BBC yang berbasis di London, ibu kota Inggris, Rabu (4/3/2015) melaporkan bahwa operasi ini memperlihatkan bahwa negara yang berperan kunci melawan ISIS bukan Amerika Serikat (AS), melainkan Iran.

Reuters menilai kelompok yang paling berperan dalam pertempuran di Tikrit adalah pasukan relawan organisasi Badr yang didukung Iran.

“Pertempuran di Tikrit memperlihatkan dengan jelas bagaimana Iran, bukan AS, berperan kunci dalam perang melawan ISIS,” ungkap Reuters sembari mengingatkan bahwa operasi Tikrit sama sekali tidak melibatkan pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

Di Irak, menurut Reuters, Iran menerapkan strategi militer yang juga ia terapkan di Suriah dalam menghadapi para teroris, dan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berperan melatih dan mengorganisir pasukan relawan di Irak.

Laporan serupa juga dilansir BBC dengan menyebutkan bahwa upaya relawan untuk merebut Tikrit dari ISIS semakin memperjelas peran kunci Iran. Sumber-sumber milisi Irak membenarkan bahwa jenderal IRGC Qassem Soleimani turut meminpin jalannya operasi Tikrit.

Menurut BBC, Tikrit, 150 km utara Baghdad, yang sudah delapan bulan lebih diduduki ISIS, dan kini pasukan Irak menggelar operasi untuk merebut kembali kota itu sesuai instruksi yang diumumkan Perdana Menteri Irak Haider Abadi pada Minggu lalu (1/3/2015).

BBC juga melaporan bahwa “Saraya al-Khorasani” (Brigade Khorasani) adalah salah satu kelompok yang terlibat dalam relawan al-Hasyd al-Syakbi ( Mobilisasi Rakyat) dan disebut-sebut sebagai kelompok yang berada di bawah komando Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Komandan brigade tersebut kepada Persian BBC menyatakan bahwa pasukan Iran pimpinan Jenderal Soleimani telah melatih dan memberikan dukungan moral kepada para relawan Irak jauh hari sebelum operasi Tikrit dimulai.

Sejak Minggu (1/3/2015) tentara dan pasukan keamanan serta relawan Irak mulai menggelar operasi militer besar-besaran bersandi “Labbaika, Ya Rasullah” untuk membebaskan Tikrit dan provinsi Salahuddin secara keseluruhan dari tangan ISIS sebelum kemudian bergerak menuju Mosul. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*