al-hashd-al-shaabi-berdoaBaghdad, LiputanIslam.com –  Anggota dewan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Karim al-Nuri, Kamis (17/11/2016) menyatakan lebih dari 50 desa berhasil dibebaskan dari pendudukan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di provinsi Nineveh, Irak utara.

Dia mengatakan bahwa dalam sebuah pertempuran untuk pembebasan sebuah desa saja di distrik Tal Afar, barat Mosul, relawan yang terdiri atas berbagai kelompok rakyat Irak bersenjata ini berhasil menghabisi puluhan anggota ISIS.

Rabu kemarin sempat dilaporkan bahwa mereka berhasil membebaskan secara total Bandara Tal Afar, tapi al-Nuri mengatakan pembebasan itu belum total, melainkan sebagian besar bagian bandara yang berhasil dibebaskan dan mereka masih terus berjuang menumpas para teroris ISIS di bagian kecil yang tersisa.

Sumber anonim mengatakan bahwa al-Hashd al-Shaabi telah menembak jatuh drone pengintai milik ISIS yang terbang di atas angkasa Bandara Tal Afar.

Jubir al-Hashd al-Shaabi Ahmad al-Asadi dalam siaran persnya kemarin menyatakan bahwa pembebasan Bandara Tal Afar akan menjadi titik tolak operasi pembebasan kota Tal Afar dan pemutusan jalur suplai terakhir ISIS antara Mosul dan Tal Afar. Selain itu, pembebasan dan pengoperasian bandara strategis ini juga akan memungkinkan penjagaan perbatasan Irak-Suriah melalui operasi udara.

Kemenhan Irak dalam statemennya menyatakan bahwa Kamis kemarin pasukan udara telah mengawal gerak maju pasukan kepolisian federal dan melancarkan serangan hebat hingga menewaskan 57 teroris ISIS, menghancurkan lima sarang dan tujuh perahu mereka di sisi selatan Mosul.

ISIS Bunuh 31 Warga Mosul

Seorang perwira Irak mengatakan sebanyak 31 warga sipil, tujuh di antaranya anak kecil, terbunuh akibat serangan ISIS ke rumah-rumah warga sipil di sisi timur Mosul.

Pasukan Irak kemudian meminta penduduk agar meninggalkan kawasan itu dan pindah ke lokasi yang lebih aman.

Serangan ISIS juga menghancurkan sebuah masjid dan beberapa rumah di sekitarnya di kawasan al-Ikha.

Dalam perkembangan terbaru, pasukan Irak berhasil membebaskan kawasan al-Tahrir di Mosul dan mengibarkan bendera negara ini di sana.

ISIS Bantai 300 Mantan Polisi

Lembaga Human Right Watch (HRW) Rabu lalu melaporkan bahwa ISIS telah membantai 300 mantan polisi Irak yang mereka tawan di Nineveh dan mengubur jenazah mereka secara massal di sebuah lokasi di selatan Mosul.

Para saksi mata menyatakan ratusan korban itu dihabisi oleh ISIS pada Oktober lalu dan diduga kuburan massal mereka berada di lokasi yang berjarak 30 km dari Mosul.  Mereka dieksekusi ketika pasukan Irak bergerak mendekati Mosul.

“Ini merupakan bukti lain bahwa ISIS telah melakukan genosida yang mengerikan terhadap para mantan petugas keamanan di Mosul dan kawasan sekitarnya. ISIS harus dihukum atas kejahatannya yang tak berprikemanusiaan,” ujar Wakil Direktur HRW Bidang Timteng Joe Stork.

Bom Bunuh Diri Tewaskan 16 Orang

Sedikitnya 16 orang yang sebagian besar adalah warga sipil tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka terkena ledakan bom mobil yang ditujukan kepada sebuah acara resepsi pengantin distrik Amiriyah, Fallujah, provinsi Anbar, Irak barat. Sejauh ini belum ada kelompok yang bertanggungjawab atas serangan teror keji ini.

Serangan ini terjadi tiga hari setelah ISIS melakukan dua aksi peledakan serupa di kota Fallujah yang berhasil direbut kembali oleh pasukan Irak dari tangan ISIS pada Juni lalu.

(mm/sputnik/alsumarianews/raialyoum/alalam/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL