Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi memuji dan menyambut gembira pesan terbaru ulama besar Irak Grand Ayatullah Sayid Ali Sistani terkait dengan gelombang unjuk rasa yang melanda Negeri 1001 Malam ini.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat malam (8/1/2019) al-Hashd al-Shaabi menyebut pesan itu “kebapakan”, dan menjadi “pelita di tengah kegelapan”.

“Putra dan putri Yang Mulia sangat mematuhi pengarahan dan pesan-pesan otoritas keagamaan serta menyokong tuntutan-tuntutan yang legal,” respon al-Hashd al-Shaabi kepada seruan Ayatullah Sistani.

Kelompok relawan yang andil besar dalam penumpasan kelompok teroris ISIS itu mengaku satu suara dengan rakyat Irak yang menghendaki pemenuhan secepatnya atas tuntutan mereka untuk peningkatan kesejahteraan hidup dan martabat mereka.

Wakil Ayatullah Sistani, Abdul-Mahdi Karbalai, dalam khutbah Jumat di Karbala menyatakan bahwa unjuk rasa yang melanda Irak merupakan momentum bagi para politisi yang berkuasa untuk memenuhi tuntutan rakyat.

Baca: 17 Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Irak

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi, di hari yang sama merilis pernyataan berisi ancaman hukuman berat bagi para perusuh.

Dalam pernyataan itu dia menegaskan, “Terlihat jelas aksi para kriminal dan teroris menyertai aksi unjuk rasa dengan tujuan melemahkan kredibilitas dan kemampuan pemerintah serta menyasar rakyat dan keamanan Irak.”

Baca: Polisi Irak akan Tindak Tegas Para Perusuh

Dia menambahkan bahwa kejahatan seperti membunuh warga dan aparat keamanan sama sekali tak ada kaitannya aksi demokratis, dan ancaman hukuman bagi pelaku kejahatan terhadap warga yang tak berdosa dan aparat keamanan serta perusakan terhadap fasilitas publik adalah penjara 20 tahun hingga seumur hidup. (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*