relawan irak al-hasyd al-sakbiFallujah, LiputanIslam.com – Wakil komandan pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, menyatakan pihaknya sejak Sabtu (4/6) sudah tidak lagi terlibat dalam operasi militer untuk pembebasan kota Fallujah, provinsi Anbar, Irak barat. Dia beralasan bahwa keputusan penghentian keterlibatan al-Hashd al-Shaabi dalam perang Fallujah ini diambil karena semua target keterlibatannya selama ini sudah tercapai sepenuhnya.

“Setelah pembebasan kawasan-kawasan Karmah, Saqlawiyah, dan Albu Shujail yang tercapai sejak kemarin dengan pembebasan Saqlawiyah maka praktis operasi al-Hashd al-Shaabi berakhir karena semua tujuan sudah tercapai sesuai rencana,” terangnya dalam jumpa pers di markas komando operasi gabungan pasukan Irak di Fallujah, Minggu (5/6), seperti dilansir IRNA.

Dia menambahkan, “Tahap kedua operasi pembebasan Fallujah telah diserahkan kepada pasukan pemberantasan terorisme, pasukan reaksi cepat, angkatan bersenjata, dan personil kepolisian Anbar. Sejak sekarang pasukan al-Hashd al-Shaabi bertanggungjawab menangani urusan logistik pasukan Irak, tapi jika ada permintaan dari angkatan bersenjata maka akan ikut beroperasi di dalam kota Fallujah.”

Dia menjelaskan bahwa operasi pembebasan Fallujah digelar di kawasan seluas lebih dari 770 km persegi, dan sejauh ini sebanyak 600-650 km sudah berhasil dibebaskan dari tangan kawanan teroris, dan yang tersisa hanya kota Fallujah seluas 100 km. Dia juga memastikan sedikit sekali jumlah anggota pasukan relawan yang gugur dalam perang ini.

Dia mengingatkan bahwa Fallujah jatuh ke tangan pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebelum Mosul jatuh ke tangan mereka, dan dari Fallujahlah ISIS melancarkan 70 persen aksi terornya di Baghdad, ibu kota Irak.

Menurutnya, Fallujah kini dikepung oleh pasukan Irak dari empat arah, dan sebanyak 8000 dari total 50,000 – 60,000 warga Fallujah berhasil dievakuasi ke tempat aman, sehingga yang tersisa di sana ada sekitar 40,000 jiwa. Sedangkan kawanan teroris ISIS yang ada di kota itu diperkirakan berjumlah 2000 – 2500 orang yang sebagian besar warga negara asing, dan banyak di antara mereka sudah terbunuh diterjang operasi pasukan gabungan Irak.

Orang Saudi di Fallujah

Abu Mahdi al-Muhandis juga mengatakan bahwa pasukan Arab Saudi juga ada di Fallujah bersama ISIS. Hal ini dia katakan saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai serangan media yang menjadi corong Saudi terhadap Irak terkait perang Fallujah.

“Kami tak perlu bicara mengenai campurtangan Arab Saudi di Irak. Arab Saudi tampil di Irak bersama ISIS. 50 persen operasi serangan bom bunuh diri di Irak dilakukan oleh anggota ISIS yang berkewarganegaraan Arab Saudi, ” katanya.

Di bagian akhir dia mengatakan banyak orang Saudi berada di Fallujah bersama keluarga mereka, dan semua orang sudah mengetahui bahwa Saudi membantu ISIS sehingga tak perlu dijelaskan lagi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL