bendera-al-hashd-al-shaabi2Baghdad, LiputanIslam.com –  Laskar relawan Irak al-Hasdh al-Shaabi yang berjuang di front barat Mosul, Irak utara, telah menggempur konvoi mobil kelompok teroris ISIS, Selasa (29/11/2016). Bersamaan dengan ini, jet tempur F-16 Angkatan Udara Irak menggempur sebuah markas ISIS di Mosul hingga menewaskan puluhan teroris, 11 di antaranya berstatus komandan.

Al-Hashd al-Shaabi mengumumkan bahwa dalam kelanjutan operasi penumpasan ISIS di selatan dan barat Mosul tak lama lagi mereka akan dapat membebaskan pusat distrik Abtah yang berada di wilayah administrasi wilayah al-Khidir, dan menumpas ISIS di kawasan ini.

Dalam proses ini mereka telah menggempur konvoi ISIS yang terdiri atas delapan kendaraan militer hingga menewaskan semua teroris yang ada di dalamnya.

Mereka terus menekan para kombatan ISIS dan bergerak menuju kota Tal Afar yang diduduki  teroris. Sejak beberapa waktu lalu mereka berhasil merebut Bandara Tal Afar.

Di Mosul, angkatan udara Irak telah menggempur salah satu markas komando ISIS di sisi kiri kota ini. Serangan dilancarkan dengan menggunakan jet tempur F-16 dan  menewaskan 11 komandan ISIS dan 18 anak buah mereka serta  tujuh warga negara asing yang menjadi pakar ISIS di bidang peledakan dan penghancuran. Selain itu, enam unit drone berbahan peledak milik ISIS hancur.

Serangan ini dilancarkan setelah angkatan udara Irak mendapatkan informasi intelijen yang dinilai akurat.

Dikabarkan pula bahwa serangan juga menewaskan 13 teroris lain yang berkewarganegaraan Arab Saudi dan Tunisia.

Di lokasi lain, pasukan Irak dari satuan komando operasi Salahuddin (Saladin) berhasil membebaskan beberapa desa di sisi barat distrik Shurkat, 280 km utara Baghdad.

Sumber anonim mengatakan bahwa pasukan Irak sekarang mulai masuk ke satu desa lain dari arah timur.

“Barisan ISIS kocar-kacir, dan gerak maju pasukan Irak berlanjut,” katanya.

Disebutkan bahwa sisi kanan Shurkat merupakan sarang terakhir ISIS di provinsi Salahuddin. Shurkat terbelah oleh Sungai Tigris menjadi dua bagian “kanan dan kiri” atau timur dan barat. Di sana terdapat lebih dari 10 desa namun nyaris kosong tanpa penghuni karena penduduknya mengungsi ke tempat lain. (mm/shafaqnews/dpa/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL